Literasi dan Gelombang Menulis Buku, Begini Dinamikanya yang Tidak Banyak Orang Tahu

Seirama dengan itu, dalam waktu sekejab, muncul aneka karya tulisan berupa buku. Para guru terutama yang selama ini

Literasi dan Gelombang Menulis Buku, Begini Dinamikanya yang Tidak Banyak Orang Tahu
ilustrasi 

Oleh: Robert Bala
Kolumnis dan Penulis Buku. Tinggal di Jakarta

POS-KUPANG.COM - Generasi literasi yang kian meluas ditandai dengan kunjungan duta literasi, Najwa Sihab ke Lembata serta seminar nasional Agupena di Larantuka menjadi momen yang patut dibanggakan.

Secara menyeluruh dan meluas, muncul ide kreatif menyebarkan virus membaca kepada masyarakat.

Seirama dengan itu, dalam waktu sekejab, muncul aneka karya tulisan berupa buku. Para guru terutama yang selama ini menjadi konsumen, berubah jadi produsen bacaan. Sumber bacaan meluas dan publik semakin mengenal penulis baru.

Namun bagaimana memelihara momen ini agar bersifat positif?

Bagi Mark Twain, menulis itu mudah. Yang perlu dibuat adalah mencoret kata-kata yang salah (Writing is easy. All you have to do is cross out the wrong words). Sebuah ungkapan yang sederhana tetapi punya makna yang tidak bisa dianggap sedikit.

Yang dimaksud, kata-kata dan peristiwa bahkan beberan pengalaman sudah tersedia di depan mata. Semuanya telah menjadi bantuan yang sangat berharga. Apalagi kehadiran teknologi informasi dan internet telah menghadirkan kemudahan.

Tetapi bagi seorang wartawan kaliber, menjadi jurnalis kini bahkan lebih sulit. Semua
berita hadir begitu cepat dan begitu banyak. Yang perlu ditentukan adalah mana yang benar dan salah. Makna terkuat dan terdalam akan menjadi taruhannya.

Pada titik ini, menulis artikel atau bahkan buku pun mestinya bukan hal yang luar biasa. Memang, di tengah gerakan literasi kini, hal itu masih dianggap sebagai barang langka. Tetapi melihat proses penerbitan dengan hadirnya tidak sedikit penerbit, hal itu sebenarnya bukan hal yang terlalu dibesar-besarkan.

Menjadi pertanyaan: bagaimana menjadikan buku yang diterbitkan memberikan kontribusi bagi penulis atau minimal tidak `nombok?' Ini pertanyaan sederhana yang mestinya membutuhkan jawaban sederhana tapi dalam kenyataan menjadi momok yang sedikit menyeramkan.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved