AS Berencana Bangun Radar Rp 14 Triliun untuk Deteksi Rudal Balistik

Militer Amerika Serikat ( AS) dilaporkan berencana menganggarkan dana besar untuk memasang radar di Hawaii.

AS Berencana Bangun Radar Rp 14 Triliun untuk Deteksi Rudal Balistik
KOMPAS.COM
Dalam gambar, radar X-band (SBX 1) milik Amerika Serikat tengah dipasang di Pangkalan Gabungan Pearl Harbor-Hickam, Hawaii, pada 22 Maret 2013. 

POS-KUPANG.COM | WASHINGTON DC - Militer Amerika Serikat ( AS) dilaporkan berencana menganggarkan dana besar untuk memasang radar di Hawaii.

Dilansir Russian Today Rabu (27/6/2018), anggaran senilai 1 miliar dolar AS, sekitar Rp 14,1 triliun, bakal dianggarkan membangun rudal yang bisa mendeteksi adanya rudal balistik.

Dinas Pertahanan Rudal (MDA) Pentagon menjelaskan, radar itu difungsikan menangkal ancaman serangan yang datang dari kawasan Pasifik.

Baca: Data Hasil Pilgub akan Diinput di KPU Kota Kupang Mulai Pukul 18.00 Wita

"Pada dasarnya, keberadaan sistem radar tersebut untuk melacak adanya rudal yang diluncurkan dari Korea Utara ( Korut) atau tempat manapun," ulas MDA dalam keterangannya.

Mandat pembangunan radar itu sudah tertuang dalam Peraturan Otorisasi Pertahanan Nasional 2017 yang disahkan mantan Presiden Barack Obama di Desember 2016.

Melalui sistem radar canggih tersebut, Pentagon bisa membedakan mana rudal yang masuk ke dalam umpan hingga rudal balistik jarak jauh. Jika bisa dipastikan rudal tersebut membawa hulu ledak, AS bisa meluncurkan sistem pertahanan mereka yang terletak di Alaska untuk mencegat serangan.

Dalam keterangan MDA, rudal tersebut bisa mendeteksi keberadaan rudal balistik jarak jauh ketika dia sudah terbang separuh jalan.

Dilaporkan AP, MDA sudah melakukan pengamatan di dua tempat ideal yang terletak di Pulau Oahu. Rencananya, rudal itu mempunyai tinggi 24 meter, dan lebar 15 meter.

Senator Brian Schatz mengatakan, para politisi telah mendapatkan dana 61 juta dolar AS, sekitar Rp 865,4 miliar, untuk pembangunan awal.

"Negara bagian Hawaii berkeinginan untuk mempunyai sistem radar dan pencegat yang mumpuni," kata senator asal Partai Demokrat tersebut.

Russian Today memberitakan, pembangunan rudal tersebut terancam batal pasca-pertemuan Presiden Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Dalam pembangunan yang berlangsung di Singapura pada 12 Juni lalu, Trump dan Kim menyepakati denuklirisasi di Semenanjung Korea. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help