Romo Inosensius Nahak Berek Pr Ingatkan Jangan Sepelekan Orang Muda

MEMBANGUN sikap optimisme pada generasi muda tidaklah mudah. Demikian juga menyalurkan energi ke hal-hal positif pada generasi muda juga memperlukan

Romo Inosensius Nahak Berek Pr  Ingatkan Jangan Sepelekan Orang Muda
Pos Kupang
Romo Inosensius Nahak Berek, Pr 

Ketika tiba di lokasi shooting Nualain, umat begitu antusias menyambut anda dan ada orang tua yang menangis memeluk Anda. Sebenarnya ada apa di balik semuanya?
Ya, ini kisahnya. Natural saja. Kan cukup lama saya melayani umat di Paroki Nualain. Hampir 8 tahun. Dengan lamanya waktu ini, pasti banyak hal yang dibuat. Umat disana memang sampe dengan saat ini sering telp dan sms kalau bisa luangkan sedikit waktu untuk kunjungi mereka. Jika ditanya mengapa mereka sampai meneteskan air mata ketika memeluk saya? Rasanya berat untuk menjelaskan. Mungkin salah satu sebab utama yang bisa saya ungkapan di sini karena mereka telah menjadi bagian dari hidup saya. Mereka saya anggap sebagai keluarga sendiri. Apa yang pernah saya lakukan di sana sungguh tulus dari hati. Derita yang mereka alami, juga morobek hati saya. Dengan secangkir kopi, kami duduk di dapur dan berceritera. Bagi mereka kisah ini menjadi satu kehormatan besar yang tak bisa ditakar dengan rupiah.

Pernahkah terbersit dalam pikiran Anda jika suatu waktu bisa kembali bertugas di Paroki Nualain dengan alam yang sungguh menantang dan menguji Adrenalin ini?
Jika memang dipercayakan Bapak Uskup untuk kembali ke Nualain, kenapa harus menolak. Ketaatan kepada Uskup perlu dibuktikan dengan siap diutus kemana saja pergi. Di mana saja diutus harus siap. Bagi saya tempat berpastoral bukan jadi ukuran tapi pelayanan kepada umat harus nomor satu. Menjadi imam merupakan panggilan istimewa yang harus dijalani dengan penuh sukacita.

Umat berkisah katanya ada beberapa Kapela yang telah dibangun di Paroki Nualain. Seperti pada pengerjaannya, lalu dengan keadaan ekonomi umat yang memprihantinkan, bagaimana caranya sehingga wakti itu Anda begitu berani mengambil langkah?
Memang benar ada 4 kapela yang dibangun di Nualain. 2 kapela sudah selesai, sisanya sementara dalam proses pengerjaan. Saya selalu koordinasi dengan Pastor Paroki ketika masih bertugas di Nualain. Ini pun bukan semata karena saya. Swadaya umat berupa sumbangan tenaga tak bisa diragukan. Soal dana pembangunan memang dari sahabat kenalan. Ada Bapa Frans Tanjung, Bapa Frans Lau Saka, Ibu Mariana bersama teman-teman dari Jakarta, khususnya team family care. Semua bantuan dari mereka. Romo Ino hanya tempelan sa, hehe...

Pasti umat tahu apa yang sudah dilakukan dan tentu sangat membanggakan. Anda tersanjung?
Untuk apa tersanjung. Tidak ada nilai tambah. Saya tidak pernah tanya kepada orang lain apa pandanganmu tentang saya. Itu tidak penting. Kerja saja apa yang bisa dikerjakan. Soal baik dan tidak terserah pada yang menilai. Kan kita kerja bukan untuk cari popularitas. Jika kehadiran kita bisa membuat orang lain tersenyum, itu sudah cukup. Karya pewartaan injil telah menyentuh hati umat. Nikmati sajalah.

Anda sudah pindah ke Paroki Naesleu-Kefamenanu, bagaimana penanganan pembangunan selanjutnya?
Pembangunan tetap berjalan. Media komunikasikan makin canggih. Pemantauan bisa via udara. Tak perlu cemas. Semua bisa berjalan jika hati kita tulus berbagi untuk umat. Para donatur masih melanjutkan pekerjaan. Biar lambat namun hasilnya bisa dinikmati umat.

Anda seorang penulis. Betulkan? Ada banyak tulisan yang telah dimuat di media cetak dan online. Apa yang mendorong anda untuk terjun dalam dunia jurnalistisk dan tema apa yang paling menarik untuk dibahas?
Menulis telah menjadi bagian hidup saya. Lewat tulisan kita juga bisa berevangelisasi. Mewartakan injil. Tema-tema tentang kemanusiaan sangat saya suka. Banyak orang bisa mengenal kita hanya lewat tulisan tanpa harus melihat muka. Jika kata-kata yang kita sampaikan berdampak bagi orang lain, bukankah warta injil telah terjadi atas diri orang itu? Pastilah kita sudah bisa paham jawabannya seperti apa.*

Data Diri

Nama : Romo Inosensius Nahak Berek, Pr
TTL : Alas Kotabot, 11 Maret 1982
Tahun Tahbisan Imam: Kefamenanu, 18 Oktober 2010
Tempat tugas: -Pastor Pembantu Paroki Santo Yohanes Pemandi Naesleu.
-Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Atambua-sekarang
Nama Bapa: (alm) Martinus Berek
Nama Mama: Anggela Bete
Saudara-Saudari:
1. Gaudensiana Ulu Berek, SE
2. Maria Goreti Bui Berek, SE
3. Frederikus Bau Berek, A.Md
4. Sr. Agnes Boe Berek, PRR
5. Romo Inosensius Nahak Berek, Pr
6. Yuliana Soy Berek, S.Pd
Kata Mutiara: Rajinlah Berbuatlah Baik Selagi Masih Ada Waktu
Nama Pelindung: Santa Theresia dari Kalkuta

Penulis: Alfred Dama
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved