Romo Inosensius Nahak Berek Pr Ingatkan Jangan Sepelekan Orang Muda

MEMBANGUN sikap optimisme pada generasi muda tidaklah mudah. Demikian juga menyalurkan energi ke hal-hal positif pada generasi muda juga memperlukan

Romo Inosensius Nahak Berek Pr  Ingatkan Jangan Sepelekan Orang Muda
Pos Kupang
Romo Inosensius Nahak Berek, Pr 

MEMBANGUN sikap optimisme pada generasi muda tidaklah mudah. Demikian juga menyalurkan energi ke hal-hal positif pada generasi muda juga memperlukan kerja keras yang terus menerus.
Ini pula yang dilakukan Romo Inosensius Nahak Berek, Pr pada kaum muda di wilayah kerjanya, Paroki St Yosep Pemandi Naeleu Kefamenanu, Kabupaten TTU.
Gayanya yang santai namun tetap serius dalam semua aktivitas membuatnya lebih gampang diterima kaum muda atau Orang Muda Katolik (OMK). Tak heran, semua rencana di antaranya pembuatan film Setets Embun di Kampung Adat bisa dikerjakan dengan baik.
Bukan itu saja, Pos Kupang juga menyerap banyak informasi positif mengenai karya-karya di tempat tugasnya terdahulu, Paroki Nualaen, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.
Berikut perbincangan Romo Ino dengan Wartawan Pos Kupang,Alfred Dama.

Anda sangat dekat orang muda bahkan bisa memotivasi mereka untuk berkarya. Apa komentar Anda?
Pikiran saya sederhana. Kaum muda menjadi tulang punggung Gereja dan Bangsa. Jangan pernah disepelehkan. Maju mundurnya Gereja dan Bangsa tergantung pada mereka. Saya selalu tegaskan. Jangan sia-siakan masa mudamu. Jadikan hidupmu berarti bagi sesama mulai dari saat ini. Dengan cara apa? Lewat pekerjaanmu. Karyamu. Semua yang bisa menginspirasi orang yang melihatnya.

Sepertinya Anda memiliki kharisma untuk memotivasi kaum muda khususnya Orang Muda Katolik (OMK) untuk melakukan hal-hal positif. Karya apa yang sudah Anda Lakukan?
Sekarang ini kami telah memproduksi film berdurasi 30 menit sedang dalam proses editting. Judulnya: Setetes Embun di Kampung Adat. Dalam waktu dekat akan di-launching. Lokasi shooting di Kampung Adat Nualain, Padang Rumput Fulan Fehan, Benteng 7 Lapis Makes dan Air Terjun Mau Halek. Juga kami telah memproduksi beberapa pendek film pendek berdurasi 3-5 menit dan inspirasi pagi. Kami pun lagi dalam persiapan menggarap film layar lebar dengan judul: Menebar Jala. Semua naskah bernuansa kristiani.

Romo Inosensius Nahak Berek, Pr saat memberikan bantuan sembako pada umat
Romo Inosensius Nahak Berek, Pr saat memberikan bantuan sembako pada umat (Pos Kupang)

Ketika OMK ditawari untuk bermain film tentu bukan perkara gampang. Adakah reaksi spontan dari orang muda karena ini butuh keterampilan dan keberanian untuk tampil?
Reaksinya beragam. Terasa sekali. Teringat dalam benak saya. Mereka takut. Ragu dan cemas. Apakah kita sanggup? Karena bermain film bukan perkara gampang. Lalu kataku? Inilah saatmu untuk tampil. Kenapa kamu harus ragu? Tidak pernah ada orang sukses yang luput dari kegagalan. Takut itu wajar tapi jangan berhamba pada kecemasan. Kita bisa jika berani untuk memulai. Apa reaksi mereka? Romo, kami siap. Lihatlah sekarang. Pembuatan film bisa berjalan. Ini tanda orang muda mulai memperlihatkan kemampuannya.

Mengapa Anda dan orang muda lebih tertarik pada pembuatan film bukan pada kegiatan liturgis gerejani?
Semuanya berjalan. OMK terlibat dalam koor, ajudan hari Minggu. Ada bakti sosial dan sebagainya. Namun untuk saat ini fokus kami pada pembuatan film sebagai sarana pewartaan. Perlu kita akui bahwa jaman sekarang, media sosial memegang peranan sentral. Dengan pembuatan film ini, saya ingin menyadarkan orang untuk melihat peran media dalam berpastoral. Lewat media pesan injil bisa disalurkan. Anak muda kita punya kemampuan acting luar biasa. Namun kasihan selama ini mereka dibiarkan. Tanpa ada yang peduli. OMK Naesleu sekarang diarahkan untuk tujuan yang satu ini. Bersuara lewat media untuk kepentingan Gereja dan Bangsa.

Saya perhatikan dan mendapatkan informasi, anda sepertinya perfeksionis. Ingin semuanya berjalan sesuai harapan walau ada kendala sana-sini.
Jika dibilang perfeksionis, tidak juga. Karena bagi saya apa yang dikerjakan harus yang terbaik. Walau ada keterbatasan. Semua orang pasti menginginkan hasil terbaik dari apa yang dikerjakan. Apa artinya terbaik jika pemberian diri kita masih diselimuti dengan kepura-puraan.

Pernahkah dijumpai kesulitan dalam menangani orang muda?
Hambatan terbesar memang ada. Soal karakter harus lebih diperkuat lagi dengan menanamkan kedisiplinan dan militansi dalam hidup. Terlebih dalam menggarap film ini. Kami keterbatasan alat seperti kamera dan sarana pendukung lainnya. Dalam keterbatasan, kita tidak boleh mengeluh. Keterbatasan tidak menjadi alasan kuat untuk meratapi nasib. Kreatifitasmu akan teruji jika mampu melewati kesulitan di depan matamu. Jika sukses, kamu hebat. Ini kata-kata motivasi saya bagi orang muda.

Anda juga mampu merangkul anak-anak muda yang hidup di jalanan untuk kembali ke Gereja. Bagaimana Anda melakukannya?
Merangkul anak-anak jalanan tidak semudah kita berkotbah di mimbar. Sudah puluhan orang telah kembali menemukan Tuhan dalam doa dan ekaristi. Ada banyak cara untuk merangkul mereka yang tersisihkan. Semua orang tentu punya gaya beda-beda. Jurusnya bisa dicari sendiri. Jika saya harus jelaskan disini, bisa saja kolom Pos Kupang tidak bisa muat, hehe..

Apa rencana dan mimpi besar anda untuk memajukan kaum muda khususnya di Paroki Naesleu?
Untuk orang muda harus diberi perhantian lebih. Diajar untuk bertanggung jawab atas tugas yang diemban. Ketika dipercaya mereka pasti akan tahu ternyata kehadiran mereka sangat berarti bagi sesama.
Jangan abaikan potensi yang ada. Rugi sekali bila talenta orang muda tidak dikembangkan secara

Romo Inosensius Nahak Berek, Pr bersama ayah, ibu dan kakak dan adik
Romo Inosensius Nahak Berek, Pr bersama ayah, ibu dan kakak dan adik (Pos Kupang)

maksimal.

Mengapa Anda mengambil tempat shooting hanya di daerah Paroki Nualain, Fulan Fehan dan sekitarnya sedangkan masih ada tempat lain yang bisa masuk juga dalam hitungan?
Kita harus jujur. Lokasi Kampung Adat Nualain, Padang Fulan Fehan, Bentang 7 lapis Makes dan Air Terjun Mau Halek sudah go public. Tempat-tempat ini sudah tidak asing lagi bagi TV swasta seperti Trans7, KompasTV, NetTV dan TVone. Ini tempat wisata. Nilia jual makin menanjak. Pengambilan lokasi ini akan mengangkat wisata daerah sekaligus promosi ke publik. Pasti orang akan tahu. Ternyata alam kita bagaikan `surga kecil' yang luput dari jamahan para petualang.

Halaman
12
Penulis: Alfred Dama
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help