Polisi Koordinasikan Penanganan Wisatawan Korban Perkosaan di Labuan Bajo dengan Kedutaan Prancis

Polda Nusa Tenggara Timur tetap melakukan koordinasi terkait penanganan MBL (22), wisatawan asal Prancis yang menjadi korban pemerkosaan

Polisi Koordinasikan Penanganan Wisatawan Korban Perkosaan di Labuan Bajo dengan Kedutaan Prancis
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules A Abast. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur tetap melakukan koordinasi terkait penanganan MBL (22), wisatawan asal Prancis yang menjadi korban pemerkosaan oleh terduga pelaku KAP alias A alias I (35) di Labuan Bajo dengan pihak Kedutaan Prancis di Jakarta.

Demikian pernyataan Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kombes Pol Jules Abasit kepada wartawan di Mapolda NTT, Jumad (22/6/2018) siang.

Baca: Dana Program Anggur Merah di TTS Masih Mengendap di Kelompok Penerima

"Untuk penanganan korban, Polisi sudah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Prancis di Jakarta," ungkap Jules.

Jules menjelaskan, setelah kejadian pemerkosaan pada Selasa (12/6/2018) petang di hutan saat perjalanan pulang dari tempat wisata air terjun Cunca Wulang ke Labuan Bajo, korban sempat diantar oleh pelaku untuk dirawat di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo karena korban mengalami kesakitan. Korban yang mendapatkan perawatan medis kemudian ditinggalkan begitu saja oleh pelaku seorang diri di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Berdasarkan keterangan dokter rumah sakit, korban dipastikan mengalami tindak pemerkosaan, namun untuk bukti masih menunggu hasil visum dari rumah sakit.

Saat di rumah sakit, lanjut Jules, korban belum dapat berkomunikasi secara aktif karena mengalami trauma dan kesulitan berbahasa Inggris. Namun dari keterangan korban maupun saksi yang mendengar dan melaporkan kejadian ini

Sesaat setelah korban ditinggalkan pelaku, polisi menerima Laporan yang dibuat oleh Luthfi Hakim, pegawai hotel tempat korban menginap terkait kejadian yang menimpa korban. Dari hasil identifikasi, maka polisi megetahui ciri pelaku dan menetapkan pelaku menjadi DPO.

"Setelah kejadian, korban sudah kembali ke Jakarta pada hari Senin (18/6/2018) yang lalu, namun proses hukum (terhadap pelaku) tetap berjalan, dan penangnan kasus ini sesuai dengan laporan polisi yang ditrima di Polres Manggarai barat," ungkap mantan Kapolres Manggarai Barat ini. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help