Tak Masuk Kerja Hari Pertama Pasca Liburan, Tunjangan Kesra ASN Terancam Dipotong 15 Persen

Bupati TTS, Ir. Paul Mella dan Sekda TTS, Marthen Selan melakukan sidak ke kantor-kantor organisasi perangkat daerah ( OPD), Kamis (21/6/2018)

Tak Masuk Kerja Hari Pertama Pasca Liburan, Tunjangan Kesra ASN Terancam Dipotong 15 Persen
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Sekda TTS, Marthen Selan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati TTS, Ir. Paul Mella dan Sekda TTS, Marthen Selan melakukan sidak ke kantor-kantor organisasi perangkat daerah ( OPD), Kamis (21/6/2018) yang merupakan hari pertama masuk kerja pasca liburan Idul Fitri.

Dalam sidak tersebut, ditemukan adanya ASN yang belum masuk kerja dan adanya ASN yang datang terlambat di hari pertama kerja tersebut.

Hal ini diungkapkan Sekda TTS, Marthen Selan kepada pos kupang di ruang kerjanya. Selan mengatakan, dari total1. 600 lebih ASN lingkup Pemkab TTS, yang masuk kerja pada hari pertama sebanyak 1.522. Dimana 16 ASN terlambat dan terpaksa dijemput paksa oleh Satpol PP termaksud di dalamnya Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten TTS, Yulius Taneo.

Baca: Tak Ada Quick Count di Pilkada TTS, Ini Alasannya

Sedangkan jumlah ASN yang tidak masuk kerja dan cuti masih dilakukan pendataan oleh BKD.

"Tadi saya dengan Pak Bupati kami keliling OPD untuk cek ASN yang masuk kerja dihari pertama. Ada 16 ASN yang kami suruh Satpol PP jemput termaksud Kadis Perhubungan. Sedangkan jumlah ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan dan cuti masih dilakukan pendataan oleh BKD sehingga datanya belum bisa dikasih," ungkap Selan.

Untuk ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan, lanjut Selan, sesuai dengan edaran Menteri Dalam Negeri dan Gubernur NTT maka tunjangan Kesra ASN yang bersangkutan akan dipotong sebanyak 15 persen.

Apabila di hari kedua masuk kerja ASN yang bersangkutan tetap tidak masuk, maka pemotongan Kesra akan ditambah 5 persen menjadi 20 persen.

"Padahal sebelum libur surat edaran Menteri Dalam Negeri dan Gubernur NTT sudah disampaikan kepada seluruh ASN, tetapi tetap ada ASN yang masih nakal tidak masuk kerja di hari pertama. Oleh sebab itu kita akan berikan sanksi tegas. Jangan terlalu dimanja nanti mereka itu yang akan menjadi musuh kita," tegas Sekda Selan.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten TTS, Linda Fobia mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan ASN yang tidak masuk kerja pada hari pertama.

Ada 67 OPD mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan/ Kelurahan yang saat ini sementara didata jumlah ASN yang tidak masuk kerja. Oleh sebab itu, dirinya belum bisa memberikan data terkait jumlah ASN yang tidak masuk kerja.

"Kita masih data jumlahnya. Kalau sudah ada nanti kita sampaikan ke pak Sekda. Teman- teman nanti bisa langsung tanyakan ke Pak Sekda. Tetapi untuk saat ini kita masih melakukan pendataan," sebutnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved