Kantor BRI Cabang Kupang Belum Gunakan ATM Chip

Saat ini, Kantor BRI Cabang Kupang belum menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berteknologi Chip.

Kantor BRI Cabang Kupang Belum Gunakan ATM Chip
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Kepala BRI Cabang Kupang, Patar Pandapotan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Pimpinan Cabang BRI Kupang, Patar Pandapotan mengatakan, untuk saat ini, Kantor BRI Cabang Kupang belum menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) berteknologi Chip.

" Jadi ATM yang menggunakan Chip masih diproses di kantor pusat. Barangnya belum sampai ke kantor cabang Kupang sehingga kita belum gunakan kartu ATM Chip," kata Patar saat ditemui Pos Kupang diruang kerjannya, Kamis (21/6/2018).

Baca: Jadwal Penyeberangan Kapal Feri Bagi Warga NTT, 22 Juni 2018

Patar menjelaskan, Kantor BRI Cabang Kupang tidak akan lama lagi menggunakan ATM berteknologi Chip tersebut. Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan menggunakan ATM Chip tersebut.

" Tidak akan lama lagi, mungkin dua atau tiga bulan lagi kita udah bisa gunakan ATM Chip ini," tambah Patar.

Patar mengatakan, kelebihan kartu ATM berteknologi Chip adalah dapat menyimpan data nasabah lebih banyak. Selain itu kekuatan teknologi Chip pada kartu ATM tersebut dapat menghindari praktik skiming.

" Tapi untuk kupang ini masih aman karena kita selalu melakukan pengecekan apakah ada kamera atau ATM itu sudah diskimer atau belum. Langkah-langkah itu terus kita lakukan dan sejauh ini tidak ada," tambah Patar.

Patar mengatakan, berkaitan dengan skiming, masyarakat diminta jangan sampai salah berpikir. Sebab ketika ada kartu BRI yang diskiming, artinya ATM tersebut juga dapat dipakai di mesin ATM pada bank yang lain.

Dengan begitu, jelas Patar, pada saat nasabah BRI menggunakan kartu ATM BRI pada mesin ATM bank yang lain yang sudah diskimer, maka kartunya sudah diskiming.

" Jadi kadang-kadang orang bilang wah ini kartu BRI sudah ga aman. Padahal tidak bisa seperti itu. Dia pakai ATM lain bisa diskiming," katanya.

Patar mengatakan, masyarakat agar selalu waspadah dengan praktik skiming. Sebelum menggunakan ATM, harus diperiksa dulu apakah ada kamera yang menempel pada mesin tersebut.

Selain itu, tambah Patar, para nasabah juga harus sering-sering mengganti kode PIN kartu ATM. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, maka masyarakat terhindar dari praktik skiming.

" Masyarakat diharapkan selalu hati-hati, periksa terlebih dahulu sebelum menggunakan mesim ATM, dan jangan lupa sering-sering ganti kode pin," kata Patar. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved