Bupati Flotim Menduga Kebakaran 3 Kantor di Larantuka Terjadi Karena Listrik

Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon menduga kebakaran tiga kantor di Kota Larantuka Flotim karena jaringan listik.

Bupati Flotim Menduga Kebakaran 3 Kantor di Larantuka Terjadi Karena Listrik
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Tim laboratorium forensik Mabes Polri melakukan pemeriksaan lokasi kebakaran tiga kantor di Flores Timur kamis petang (21/6/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon menduga kebakaran tiga kantor di Kota Larantuka Flotim karena jaringan listik.

Menurut Bupati Anton, jaringan listrik yang ada di lokasi kebakaran adalah jaringan lama. Sementara pemanfaatan listrik semakin tinggi.

"Polisi sementara lakukan penyelidikan sebab kebakaran. Tapi kemungkinan terbesar karena listrik yang korslet karena jaringan lama dab pemanfaatan makin tinggi," kata Bupati Anton di ruang kerjanya Kamis (21/6/2018).

Baca: Jadwal Pelayaran Kapal Pelni Hari Jumat, 22 Juni 2018

Bupati Anton mengatakan kerugian terbesar pada Kantor Perumahan Rakyat, semua dokumen diperkirakan habis terbakar.

Sementara di Kantor Bappeda, lantai II lebih banyak disimpan dokumen lama. Lantai I banyak dokumen baru dan selamat dari kobaran api.

Sebagian aset di Bappeda juga selamat karena sudah dipindahkan ke kantor baru.

Bupati Anton menjelaskan, sesuai rencana sehabis liburan lebaran, Dinas Perumahan dipindahkan ke gedung Bappeda setelah semua ASN Bappeda pindah ke kantor baru.

"Yang belum punya kantor itu, Dinas Perumahan ini. Sedangkan Bappeda sudah punya kantor baru. Rencana Dinas Perumahan ini pakai kantor Bappeda," kata Bupati Anton.

Bupati Anton mengakui mobil pemadam kebakaran sedikit terlambat tiba di lokasi. Namun pemerintah mengerahkan tangki PDAM dan pemda untuk memadamkan api.

"Upaya pemerintah memadamkan api bukan tidak ada sama sekali. Saat itu angin kencang sehingga kejadiannya begitu cepat," kata Bupati Anton.

Ia menyampaikan terimakasih kepada aparat TNI, Polri dan masyarakat yang telah bersama pemerintah melakukan pemadaman api sehingga tidak merambat.

"Mobil Damkar memang terlambat tapi ia juga membantu menghentikan api merambat ke gedung yang lain," kata Bupati Anton. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved