Setelah Kebakaran di Pulau Komodo, Ini yang Perlu Dituntaskan

Beberapa artis nasional saat lebaran tahun ini memilih berlibur di Manggarai Barat untuk menikmati keindahan alam Pulau Komodo dan sejumlah

Setelah Kebakaran di Pulau Komodo, Ini yang Perlu Dituntaskan
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Salah satu bagian Pulau Komodo yang terbakar. Warga dan petugas berusaha memadamkan api. 

POS KUPANG.COM - Setelah Sail Komodo dan ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia pada tahun 2013 lalu, nama Pulau Komodo semakin mendunia.

Penetapan Pulau Komodo oleh organisasi dunia New7Wonders sebagai salah satu keajaiban alam di dunia berdampak pada kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo (TNK).

Sejak saat itu arus kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke pulau yang berada di Kabupaten Manggarai Barat tersebut terus meningkat.

Tidak hanya wisatawan biasa, para selebriti nasional dan internasional memilih Pulau Komodo menjadi tempat untuk rekreasi, menikmati keindahan alam dan melihat binatang purbakala.

Beberapa artis nasional saat lebaran tahun ini memilih berlibur di Manggarai Barat untuk menikmati keindahan alam Pulau Komodo dan sejumlah pulau lainnya di daerah itu.

Beberapa selebriti yang diketahui berkunjung ke Pulau Komodo, antara lain Ciko Jeriko, Nicholas Saputra. Bahkan, pesepakbola dunia asal Belanda, Arjen Robben, selama tiga hari berlibur di Pulau Komodo pekan lalu.

Robben datang bersama istri dan tiga anaknya. Pada Januari 2017 lalu, pebalap MotoGP, Valentino Rossi, dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia sempat berlibur ke Labuan Bajo, menikmati keindahan alam Pulau Komodo dan pulau-pulau di sekitarnya.

Namun, kabar tidak menyenangkan tercipta pada Selasa (19/6/2018). Sedikitnya 10 hektar kawasan Pulau Komodo, khususnya di Loh Namu atau Loh Pede terbakar. Kebakaran kali ini yang kedua setelah peristiwa kebakaran pulau tersebut pada Januari 2007 lalu.

Kepala Balai TNK, Budhy Kurniawan, dan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula menjamin bahwa kebakaran padang savana di pulau itu tidak mengganggu biawak raksasa komodo dan kunjungan wisatawan ke TNK.

Walaupun disebut tidak mengganggu kehidupan binatang purbakala tersebut, tapi kebakaran telah merusak lingkungan di pulau tersebut. Padahal, para wisatawan berkunjung ke pulau itu selain untuk melihat biawak Komodo, juga untuk menikmati panorama alam daerah tersebut. Harus disadari bahwa kebakaran padang savana di Loh Namu berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.

Dalam peristiwa ini, yang kita harapkan adalah pihak berwajib dalam hal ini kepolisian berkoordinasi dengan Balai TNK untuk menginvestigasi penyebab kebakaran padang savana di pulau itu. Jika sudah diketahui pelakunya, maka harus diproses hukum.

Tetapi hal penting dari peristiwa kebakaran padang savana di Pulau Komodo adalah ke depannya sistem pengawasan harus lebih ketat. Ini yang perlu mendapat perhatian dari Balai TNK selaku otoritas pengelola obyek wisata dunia tersebut.

Keberadaan Pulau Komodo bukan hanya aset NTT dan Indonesia, tapi juga menjadi aset dunia. Jika pelaku kebakaran kawasan Loh Namu di Pulau Komodo tidak diusut tuntas, maka kasus yang sama akan terjadi lagi dan orang merasa biasa saja. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help