Desa Mata Air Jadi Pilihan Magang Siswa SMK Kobalima, Ini Alasannya

Sebanyak 15 siswa SMK Pertanian Kobalima, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, memilih magang di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang.

Desa Mata Air Jadi Pilihan Magang Siswa SMK Kobalima, Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Kades Mata Air

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 15 siswa SMK Pertanian Kobalima, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, memilih magang di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Terhitung Juni-Agustus mendatang mereka akan melakukan praktek lapangan dengan melihat potensi pertanian dan perkebunan di wilayah ini untuk dikembangkan di wilayah Malaka.

Kepala Desa Mata Air, Beny Kanuk, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (21/8/2018) menuturkan, kegiatan magang untuk sekolah pertanian pada umumnya selama ini dilakukan di Bogor.

Baca: BMKG Ingatkan Waspada Angin Kencang di 5 Tempat Hari Ini

Namun, sejak Desa Mata Air mengembangkan pola pertanian dan perkebunan dengan mengadopsi apa yang ada di Bogor, apalagi diakui pakar pertanian bahwa di Mata Air tidak ada bedanya di Bogor.

Untuk itu, katanya, kini Desa Mata Air menjadi daerah tujuan instansi ataupun lembaga pendidikan SMK untuk melakukan magang.

"Kami selalu menerima siswa SMK Pertanian dari berbagai daerah termasuk instansi teknis bukan saja di NTT tapi dari luar NTT. Sekarang ini ada 15 siswa SMK Kobalima tengah melakukan magang sampai Agustus 2018," katanya.

Menurutnya, pemilihan Desa Mata Air sebagai lokasi magang siswa SMK Kobalima didukung penuh Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran dan bupati sendiri brrkenan datang untuk memotivasi para siswa.

"Pak Bupati minta untuk mereka (siswa magang) menginap di vilanya di Baumata tapi saya bilang kalau namanya orang pertanian harus dekat langsung dengan petani dan lahan. Makanya saya tampung di rumah sekalian mereka merasakan bagaimana hidup di tengah para petani. Mereka selama magang akan didampingi kelompok tani juga saya ke lahan pertanian sawah dan lahan pengembangan melon," ujarnya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved