Sekjen PBB Sesalkan AS yang Keluar dari Dewan HAM

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyampaikan penyesalan setelah Amerika Serikat ( AS) keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia (UNHRC).

Sekjen PBB Sesalkan AS yang Keluar dari Dewan HAM
KOMPAS.COM
Sekjen PBB, Antonio Guterres berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam sidang ke-37 pada 26 Februari 2018 di Jenewa, Swiss. 

POS-KUPANG.COM | NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyampaikan penyesalan setelah Amerika Serikat ( AS) keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia (UNHRC).

Pernyataan itu disampaikan juru bicaranya, Stephane Dujarric, sesaat setelah Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengumumkan sikap Washington itu.

"Sekretaris Jenderal menginginkan AS untuk tetap bertahan di Dewan HAM," kata Dujarric dilansir Middle East Monitor Rabu (20/6/2018).

Baca: Iriawan Bilang Kalau Susah Diajak Koordinasi Pilkada, Lapor ke Ketua KPU atau Saya

"Struktur Dewan HAM PBB memainkan peranan penting untuk mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia di seluruh dunia," lanjut Dujarric.

Selain Guterres, Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra'ad al-Hussein juga menyuarakan kekecewaannya dengan keputusan AS tersebut.

"Melihat kondisi HAM di dunia dewasa ini, AS seharusnya membuat langkah maju, bukan langkah mundur," ujar al-Hussein dilansir Israel National News.

Meski begitu, pangeran asak Yordania itu mengaku tidak terkejut dengan keputusan Negeri "Paman Sam" untuk angkat kaki.

Sebelumnya, Haley mengungkapkan alasan AS keluar dari UNHRC dikarenakan sikap mereka yang dianggap bias terhadap Israel.

Selain itu, dia menuding adanya negara-negara yang dianggap pelanggar HAM duduk sebagai anggota dewan.

Di antaranya China, Kuba, maupun Venezuela. Badan yang bermarkas di Jenewa ini didirikan pada 2006 untuk menyerukan dan melindungi hak asasi manusia di seluruh dunia, tetapi pernyataan dan laporannya sering bentrok dengan prioritas AS.

Secara khusus, fokus dewan mengenai tindakan Israel terhadap warga Palestina di wilayah yang didudukinya di Tepi Barat dan di Gaza telah membuat marah AS.

Pengumuman itu muncul setelah pejabat Dewan HAM PBB mengecam AS karena memisahkan anak-anak migran dari orangtua mereka yang mencari suaka, setelah menyeberang dari Meksiko.

"Kami mengambil langkah ini karena komitmen kami tidak sejalan dengan sikap munafik dan egois yang ditunjukkan Dewan HAM," tutur Haley.

"Jika sudah melakukan reformasi, dengan senang hati kami bakal bergabung kembali," lanjut Haley. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved