Ratusan Penghuni Seminari di Penfui Timur Bisa Kehilangan Hak Pilih, Apa Alasannya?

Ratusan penghuni beberapa seminari di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang bisa kehilangan hak politiknya

Ratusan Penghuni Seminari di Penfui Timur Bisa Kehilangan Hak Pilih, Apa Alasannya?
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Kegiatan pengepakan logistik pilkada dan pilgub NTT di Naibonat, Selasa (19/6/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ratusan penghuni beberapa seminari di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang bisa kehilangan hak politiknya pada pelaksanaan pilkada dan Pilgub NTT.

Pasalnya, para mahasiswa seminari ini memegang KTP dari daerah asalnya dan belum masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Untuk itu, KPU Kabupaten Kupang tengah mencari jalan keluar agar mereka bisa menunaikan hak pada tanggal 27 Juni mendatang.

Baca: Paduan Suara STIPAS KAK Tampil di TVRI Kupang

Ketua KPU Kabupaten Kupang, Hans Ch Louk, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Rabu (20/6/2018) membenarkan kalau penghuni seminari ini semuanya mengantongi KTP dari daerah asal.

Pihaknya, kata Hans, sudah turun ke lapangan dan mencarikan solusi agar mereka bisa mengikuti pencoblosan nanti. Langkah yang dilakukan adalah mereka masuk dalam kategori pemilih tambahan dan hak politiknya akan diarahkan ke TPS terdekat.

"Mereka punya hak politik tapi karena tidak terdaftar di DPT makanya kita carikan jalan keluar. Tidak bisa mereka di seminari walaupun jumlahnya ratusan orang ditempatkan satu TPS sementara surat suara tambahan diatur dalam aturan hanya 2,5 persen. Makanya kita sudah komunikasi ke PPS untuk mereka masuk ke TPS terdekat," katanya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help