Aduh! 10 Hektar Habitat Komodo Terbakar

Banyak rerumputan kering disertai angin kencang membuat api cepat merambat. Luas padang yang terbakar mencapai 10 hektar.

Aduh! 10 Hektar Habitat Komodo Terbakar
POS KUPANG/CYNTHIA MEOK
Ilustrasi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servan Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Kebakaran melanda Komodo'>Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat. Meski identik sebagai habitatnya Komodo namun peristiwa itu disebut tidak menganggu biawak raksasa.

Padang savana terdiri dari rumput ilalang, semak dan pohon-pohon perdu, terbakar, Senin (18/6/2018) malam.

Banyak rerumputan kering disertai angin kencang membuat api cepat merambat. Luas padang yang terbakar mencapai 10 hektar.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan menyebut lokasi kebakaran di Loh Namu atau Loh Pede, jauh dari pemukiman penduduk dan sumber air.

-Kebakaran yang terjadi di Loh Namu Pulau Komodo.
-Kebakaran yang terjadi di Loh Namu Pulau Komodo. (pos kupang.com, servan mamilianus)

"Lokasinya di Loh Pede/Loh Namu, jalan menuju Loh Wawu," jelas Budhy saat dikonfirmasi, Selasa (19/6/2018) sore.

Api dipadamkan petugas TNK, kepala desa dan masyarakat Desa Komodo, Selasa (19/6/2018) sekira pukul 11.00 Wita. Pemadaman api dilakukan secara konvensional. Menggunakan dedaunan hijau, petugas dan warga memukul-mukul api yang menjalar hingga padam.

Budhy belum bisa memastikan sumber api berasal dari mana. Petugas sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran. Ia masih menunggu analisis dan informasi dari petugas yang berada di lapangan.

Menurutnya, api sudah dipadamkan petugas TNK, dibantu kepala desa dan warga Desa Komodo. Total semua yang terlibat sebanyak 59 orang.

Lokasi kebakaran di Pulau Komodo. Warga setempat menyebutnya Loh Namu atau Loh Pede
Lokasi kebakaran di Pulau Komodo. Warga setempat menyebutnya Loh Namu atau Loh Pede (ISTIMEWA)

"Teman-teman petugas TNK bersama masyarakat dan kepala desa Komodo melakukan pemadaman. Tim masih di lapangan dan titik-titik api barusan dipadamkan," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help