Penjual Sarung Tenun Ikat Tidak Ada Tempat Jual Layak. Ini Kondisinya

Dua los gedung di pasar ini ditempati segelintir pedagang yang memasang tali dari tiang ke tiang memajang kain

Penjual Sarung Tenun Ikat Tidak Ada Tempat Jual Layak. Ini Kondisinya
pos kupang.eginius moa
Penjual sarung tenun ikat menjajakan kain tenun di lantai tempat parkir, Selasa (19/5/2018) di Pasar Alok, Kota Maumere, Pulau Flores. 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE----Corak indah kain sarung tenun ikat Kabupaten Sikka di Pulau Flores yang paling banyak disukai tak seindah perlakuan terhadap karya kaum perempuan para penenun.

Setiap hari Selasa jadwal hari Pasar Alok, mereka jemur di halaman parkir kendaraan dan emperan kios menjajakan kain tenun. Beralasan karung plastik bekas seadaanya, kaum perempuan yang kebanyakan penenun dan mamalele menjajakan kain tenun.

Maria Minsia, penenun asal Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, mengakui kebanyakan penjual sarung tenun yang datang dari kampung menempati halaman parkir dan emperan kios.

Dua los gedung di pasar ini ditempati segelintir pedagang yang memasang tali dari tiang ke tiang memajang kain tenun.

`Kami tidak punya tempat tetap jual bawah satu dua lembar sarung letakan di lantai atau atas rumput alas dengan karung plastik. Tidak ada yang perhatikan kami," keluh Maria, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (19/6/2018) siang.

Maria menaruh harapan, pengelola pasar menyediakan tempat untuk penjual sarung pada hari Selasa. Pada hari ini penjualan tenun ikat paling ramai. (*)

Tags
Sikka
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved