Gaya Kepemimpinan yang Melayani

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akan di pilih satu pasangan gubernur dan wakil gubenur dan 10 pasang bupati dan

Gaya Kepemimpinan yang Melayani
ilustrasi

Oleh: Yohanes Mamun, M.Pd
Alumni S2 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Semarang

POS KUPANG.COM - Momentum Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) akan dilaksanakan secara serentak pada 27 Juni 2018 untuk memilih 17 gubernur 115 bupati dan 39 walikota.

Ratusan pasang kandidat akan bersaing untuk menjadi pemenang pada hajatan politik lima tahunan ini untuk menjadi nahkoda pada daerah mereka masing-masing untuk lima tahun ke depan.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akan di pilih satu pasangan gubernur dan wakil gubenur dan 10 pasang bupati dan wakil bupati yang tersebar di sepuluh kabupaten yakni Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Alor, Rote Ndao dan Kabupaten Sikka.

Walaupun belum terpilih namun hari-hari ini mereka telah menebar janji. Menjual slogan dan menahbiskan diri menjadi pemimpin terbaik untuk menarik simpati rakyat bahwa merekalah yang layak dipilih untuk melayarkan daerah mereka masig-masing menuju negeri harapan dan impian yang bergelimang kesejahteraan sesuai visi dan misi meraka usung.

Mereka yang akan terpilih dalam Pilkada yang akan datang adalah pemimpin. Terlepas dari apakah mereka lahir sebagai pemimpin atau karena belajar menjadi pemimpin, tetapi di tangan merekalah masa depan daerah dipertaruhkan.

Menjadi lebih baik atau lebih buruk suatu daerah di bawah kepemimpinan (leadership) mereka tergantung dari gaya kepemimpinan (leadership style) mereka memimpin daerah.

Gaya kepemimpinan ini menjadikan seorang pemimpin unik dalam menentukan hal-hal apa saja yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi atau daerah tersebut.

Seorang pemimpin yang tidak memiliki gaya kepemimpinan hanya akan menjadi pemimpin yang ikut-ikutan, tidak memiliki pendirian serta tidak memberikan `nyawa' bagi organisasi yang dipimpinnya.

Tulisan kecil ini tidak bermaksud menggurui, melainkan hanya ingin memperkenalkan gaya kepemimpinan melayani (servant leadership) dalam aras kepemimpinan daerah.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help