Oh Ternyata KBRI Beijing Masih Melakukan Tarawih pada Kamis

Di pusat kota yang berada di wilayah selatan China itu sebelumnya juga terdapat masjid tua Cu Xiang.

Oh Ternyata KBRI Beijing Masih Melakukan Tarawih pada Kamis
(ANTARA FOTO/M Irfan Ilmie)
Puasa Di China Para imam Masjid Niujie memimpin doa saat berbuka puasa di halaman masjid tertua dan terbesar di Beijing, China, Sabtu (10/6/2017). Puasa di China saat jatuh pada musim panas rata-rata berlangsung selama 16,5 jam. 

POS KUPANG.COM - - Kedutaan Besar RI di Beijing, China, masih menggelar shalat tarawih pada Kamis (14/6) malam dan akan menyelenggarakan shalat Idul Fitri pada Sabtu (16/6).

Shalat tarawih yang dipimpin oleh salah seorang imam dari Yayasan Dompet Dhuafa Indonesia yang berlangsung di ruang serba guna KBRI Beijing itu diikuti sekitar 50 orang.

Selain staf dan pegawai KBRI Beijing, shalat tarawih delapan rakaat itu diikuti para pelajar dari Indonesia.

"Kami masih menggelar shalat tarawih tadi malam," kata Koordinator Fungsi Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing Ichsan Firdaus.

Sementara itu, sejumlah pelajar asal Indonesia di Kota Nanchang menggelar buka bersama dengan komunitas muslim setempat.

Acara tersebut digelar di Masjid Honggutan, masjid di Ibu Kota Provinsi Jiangxi yang baru diresmikan pada Hari Raya Idul Adha tahun 2012 dengan arsitektur bergaya Timur Tengah.

Di pusat kota yang berada di wilayah selatan China itu sebelumnya juga terdapat masjid tua Cu Xiang.

"Banyak hal yang bisa dipetik ketika berbuka puasa di masjid bersama muslim lokal. Pada saat berbuka puasa biasanya mereka memberikan sedikit jatahnya untuk kami meskipun hanya sebiji kurma karena dianggap pahalanya sangat besar," kata Siti Marwah, mahasiswi Magsiter Hubungan Internasional, Universitas Nanchang, Jumat.

Dalam beberapa tahun melaksanakan ibadah puasa di negeri berpenduduk terbanyak di dunia itu, pelajar asal Makassar, Sulawesi Selatan, tersebut mengaku tidak mendapatkan hambatan yang berarti.

"Bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan ibadah di dalamnya, saya dapat melaksanakannya dengan nyaman aman dan tenteram tanpa ada kesulitan. Apalagi dapat menikmati menu buka puasa dan makan malam khas Tiongkok khusunya makanan khas Nanchang," ujarnya dalam kegiatan bersama para pelajar dari Indonesia, Pakistan, India, dan Bagladesh yang juga turut berbuka puasa bersama dengan muslim lokal di Masjid Honggutan. (*)

Baca: Anggota Komunitas Peace Maker Kupang Mengamankan Shalat Ied di Lapangan Korem Kupang

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help