Catatan Sepakbola

Rusia Menghibur Dunia

Bola membuat orang mengaso sejenak dari hiruk-pikuk kerasnya perjuangan hidup. Pedihnya mencari sesuap nasi di tengah zaman distrupsi

Rusia Menghibur Dunia
bolasport
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dua pesepakbola terbaik dunia. (ANDREAS JOEVI/BOLASPORT.COM) 

Catatan Sepakbola Dion DB Putra

POS KUPANG.COM – Tatkala dunia memandang kagum Rusia sebulan penuh mulai malam ini 14 Juni 2018, dalam naungan rasi bintang Gemini yang aduhai selalu, ketahuilah itu bukan karena dia negara terluas di dunia dengan pemimpin berbodi atletis Vladimir Putin yang kuat kuasa demikian lama.

Bukan pula karena Moskwa dan Kremlin yang tersohor itu. Tidak juga oleh pesona gadis-gadis pirang berleher jenjang. Rusia sebulan ke depan menjadi perhatian lebih dari satu miliar penghuni bumi lantaran Negeri Beruang Merah menghibur dunia yang letih dalam bahasa bola.

Sepakbola kembali memainkan perannya sebagai bahasa universal yang menembus batas negara, etnis, agama, budaya serta perbedaan pandangan dan sikap politik.

Bola membuat orang mengaso sejenak dari hiruk-pikuk kerasnya perjuangan hidup. Pedihnya mencari sesuap nasi di tengah zaman disrupsi yang bikin ekonomi serba sulit. Bola itu oase di padang gurun pergumulan manusia zaman now.

Bermain bola biasa setiap saat dan di banyak tempat. Dari kampung beta yang permai tiada dua di Lio Timur sana sampai surganya bola di bumi Amazon Brasilia atau Madrid dan Barcelona. Dari kelas tarkam ala Indonesia hingga liga elit dunia. Hampir setiap waktu tuan dan puan bisa menikmati pertandingan sepakbola bukan?

Bedanya di sini. Kejuaraan sepakbola Piala Dunia hanya empat tahun sekali sehingga Rusia 2018 menjadi panggung terbesar, terkeras dan terbaik. Podium paling membahagiakan dan serentak bisa amat menyakitkan.

Pemain Timnas sepak bola Argentina
Pemain Timnas sepakbola Argentina ((REUTERS / Enrique Marcarian))

Piala Dunia itu berat bung! Belanda nan gagah perkasa, tim flamboyan yang selalu membuat jutaan orang jatuh cinta saja gagal ke putaran final. Tak lolos masuk kelompok 32 finalis.

Tim langganan juara Piala Dunia, Italia juga nasibnya serupa. Gli Azzuri tak bergigi musim ini. Mereka harus menepi sedih menonton pesta ekstravagansa Rusia 2018 di rumah sendiri. Bola selalu menebarkan senyum dan tawa. Bola pun meninggalkan luka nestapa.

Belanda gagal, si Arjen Robben galau berat. Maklum, Rusia 2018 mestinya ajang Piala Dunia terakhir baginya memberikan yang terbaik bagi tanah air. Nyaris saja Robben Cs sukses di grandfinal 2010, tetapi Dewi Fortuna kala itu lebih memilih Espana. Andres Iniesta dan Spanyol berjaya. Pertama kali meraih trofi Piala Dunia. Belanda lagi-lagi spesial runner-up. Empat tahun lalu Belanda pun tak beruntung.

Grup A Piala Dunia 2018 Rusia
Grup A Piala Dunia 2018 Rusia (KOMPAS.COM)
Halaman
123
Penulis: dion_db_putra
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help