Warga Perancis Tanam Ganja di Labuan Bajo

Pihak kepolisian di Polres Manggarai Barat (Mabar) masih melengkapi berkas pemeriksaan terhadap warga Perancis, Van De Wolf alias Louka (30)

Warga Perancis Tanam Ganja di Labuan Bajo
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Tersangka kasus ganja (berdiri membelakangi, celana pendek) dihadirkan saat jumpa pers, Selasa (5/6/2018) di Polres Mabar. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Pihak kepolisian di Polres Manggarai Barat (Mabar) masih melengkapi berkas pemeriksaan terhadap warga Perancis, Van De Wolf alias Louka (30) yang ditangkap dan ditahan karena terbukti memiliki 15 bibit ganja dan salah satunya ditanam dalam pot di rumah kontraknya di Ketentang Labuan Bajo, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo.

Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusumowardono, SIK menyampaikan bahwa berkas tersangka belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuan Bajo karena sedang dilengkapi.

Baca: Krisis Air di Kota Ende Belum Terpecahkan

"Masih kami tangani dan tersangka kami lakukan penahanan. Berkasnya masih dilengkapi," kata Julisa kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (13/6/2018).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Louka ditangkap dan ditahan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resort (Polres) Manggarai Barat (Mabar) di rumah kontraknya di Labuan Bajo, Senin (4/6/2018).

Dari rumah kontrakan pelaku yang dipagar papan tertutup rapi itu, polisi berhasil menyita barang bukti serta menangkap Louka bersama pacarnya, Inggrid Annie Solene Dontot alias Ingrid. Barang bukti yang disita, yaitu satu pot pohon ganja setinggi 60 centi meter yang ditanam di polybag warna hitam.

Ganja yang tumbuh subur itu berada di halaman dalam, samping rumahnya. Polisi juga menyita 10 bijih ganja yang disimpan dalam plastik bening, 5 kemasan kaleng warna berisi hitam silver dengan merek Dinafem yang masing-masing berisi satu biji ganja serta dua buah HP.

Dari hasil tes urine, Louka positif mengunakan atau memakai ganja sedangkan Ingrid negatif. Louka yang bekerja di perusahan diving itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP serta dari barang bukti dan tes urine, Van De Wolf alias Louka ditetapkan sebagai tersangka. Sementara pacarnya yakni Ingrid masih berstatus saksi. Hasil tes urine, Ingrid belum terbukti sebagai pemakai obat terlarang jenis ganja," kata Julisa kepada wartawan saat jumpa pers, Selasa (5/6/2018).

Ditambahkannya, Louka dijerat pasal 111 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara atau denda sebesar Rp 800 Juta. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help