Tak Bisa Lagi Titip Siswa Saat Penerimaan Peserta Didik Baru Karena Ada Sistem Ini

Saat ini tak bisa lagi titip siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) karena ada sistem ini.

Tak Bisa Lagi Titip Siswa Saat Penerimaan Peserta Didik Baru Karena Ada Sistem Ini
pos kupang/thomas mbenu nulangi
Kepala SMA Negeri 4 Kota Kupang Drs. Agustinus Bire Logo, M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Saat ini, pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud) menerapkan sistem online dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi siswa dan siswi SMA.

Sistem penerimaan berbasis online tersebut diperkuat dengan sistem zonasi dimana sekolah dalam menerima peserta didik baru harus memperhatikan tempat domisili siswa yang tertera dalam kartu keluarga.

Tujuannya dari sistem yang dibuat oleh pemerintah pusat tersebut untuk menciptakan pemerataan jumlah siswa di sekolah-sekolah dan juga mencegah terjadinya kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru teraebut.

Baca: Kenapa Kamu Masih Jombloh, Lihat Alasannya Menurut Zodiakmu!

Baca: Ini Hasil Analisis Bentuk Tandatangan Kim Jong Un dan Donald Trump, Seperti Apa Sih?

Penerapan sistem baru dalam proses PPDB tersebut membuat, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kota Kupang Drs. Agustinus Bire Logo, M.Si angkat bicara.

Ditemui POS-KUPANG.COM diruang kerjannya, Rabu (13/6/2018), Agustinus mengatakan, ia sangat senang dengan adanya sistem penerimaan berbasis online dan zonasi yang diterapkan oleh pemerintah.

"Saya sangat senang. Semoga dengan adanya sistem penerimaan berbasis online dan zonasi, tidak ada yang telpon saya lagi," katanya.

Menurut Agustinus, ketika masa PPDB tiba, ia kerap kali ditelpon oleh orang-orang khususnya para pejabat agar dapat menitipkan anaknya di SMA Negeri 4 Kota Kupang.

"Kalau mau masuk PPDB, biasanya saya ditelpon kiri kanan dicari kiri kanan. Susah. Kalau su sampai pada yang ini susah. Habis mau bagaimana lagi. Tapi kadang saya kasih mati handphone kalau su telpon terlalu," jelas Agustinus.

Agustinus mengharapkan, dengan adanya sistem online dan zonasi dalam proses PPDB tersebut dapat menekan praktik titip menitip anak di sekolah favorit di Kota Kupang.

"Mudah-mudahan dengan sistem online dan zonasi tidak ada lagi yang telpon saya dan menitipkan anaknya di seklolah ini," tambah Agustinus.

Baca: Pemimpin Korea Kim Jong Un Punya 5 kebiasaan Unik Soal Makan dan Minum

Baca: Dinkes Bogor USG Nenek 78 Tahun Yang Dikabarin Hamil, Hasilnya Sungguh Mengejutkan

Baca: Janda Usia 78 Tahun yang Nikahi Pemuda Usia 28 Tahun Kini Sudah Hamil 7 Bulan, Selamat Ya

Agustinus menjelaskan, jumlah kuota PPDB di SMA Negeri 6 Kota Kupang sebanyak 360 orang. Kuota sebanyak itu, kata Agustinus, disesuaikan dengan jumlah rombel yang ada di sekolah tersebut.

"Kalau kami kuotannya sebanyak 360 orang, karena sesuai dengan jumlah rombel kami yang hanya 11 ruangan saja," tambah Agustinus.

Bagi siswa yang tidak masuk dalam kuota, jelas Agustinus, langsung dapat mendaftarkan disekolah-sekolah yang ofline. Dengan begitu, dapat terjadi pemerataan jumlah siswa di sekolah-seklolah.

"Makanya ada jadwal pendaftaran untuk sekolah-sekolah ofline itu terjadi pada tanggal 2 sampai 4 Juli 2018," jelas Agusginus. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved