Setelah Sindikat Spesialis Pecuri HP Dibekuk, Kini Penadah dalam Buruan Polisi

Dari 31 kali melakukan aksi mereka, sebanyak 20 unit HP dibeli oleh R dengan harga berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta. R diketahui

Setelah Sindikat Spesialis Pecuri HP Dibekuk, Kini Penadah dalam Buruan Polisi
istimewa
Barang bukti yang diamankan Polisi dari tersangka sindikat pencuri HP Kota Kupang, berupa empat unit telepon genggam (HP) dan satu unit Laptop. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Setelah empat orang anggota sindikat spesialis pencuri telepon genggam (HP) dibekuk Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Kelapa Lima Kepolisian Resort Kupang Kota pada Sabtu (9/6/2018) petang, Polisi kini tengah memburu R, seorang penadah yang menjadi bagian dari sindikat kejahatan itu.

R menurut keterangan keempat tersangka menjadi penadah barang-barang hasil curian mereka. Dari 31 kali melakukan aksi mereka, sebanyak 20 unit HP dibeli oleh R dengan harga berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta. R diketahui beralamat di Bimoku, Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kupang.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto yang ditemui Rabu (13/6/2018) siang di Mapolsek Kelapa Lima Jalan Ina Boi Kupang, mengatakan bahwa seetalah menangkap empat anggota sindikat pencurian HP dan barang elektronik ini, pihaknya kini sedang melakukan pendalaman dan perburuan terhadap penadah R yang saat ini masih buron.

Keempat anggota sindikat pencuri spesialis HP dan barang elektronik ini terdiri dari DB (17) yang berprofesi sebagai tukang ojek, SL (19) dan JN (17) yang berprofesi sebagai sopir serta JD (17) seorang pengangguran. Mereka dibekuk di kost yang ditempati seorang pelaku di daerah Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang, NTT.

 Dua Orang Anggota Sindikat Pernah Diversi

 Didik menjelaskan, dari keempat orang anggota sindikat yang ditangkap, dua orang diantaranya merupakan pelaku yang pernah diversi. "DB(17) dan JD (17) sudah pernah ditangkap dan diversi. Saat itu kasusnya sama (pecurian)," ungkapnya.

Keempat pelaku, lanjut Didik, akan tetap diproses secara hukum hingga ke tahap pengadilan dengan tuduhan melakukan pencurian dengan pemberatan. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Didik mengatakan, pelaku ini melancarkan aksinya di beberapa tempat berbeda di Kota Kupang. "Waktu mereka beraksi pun tidak tentu, kadang pagi kadang malam tergantung kesempatan ketika kamar atau rumah yang mereka incar dalam keaadaan sepi," lanjut manatan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota itu.

Selain sindikat yang berhasil diringkus ini, disinyalir masih terdapat sindikat pencurian lain yang sedang dalam pengembangan pihak kepolisian.

Didik menghimbau kepada masyarakat yang mengalami kehilangan agar jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan kehilangannya ke Polisi untuk ditindaklanjuti. "Banyak dari kasus-kasus ini yang tidak dilaporkan, jadi kita himbau supaya masyarakat yang mengalami kehilangan agar melapor ke Polisi," ujarnya.
Saat ini keempat pelaku sudah ditahan di ruang tahanan Mapolsek Kelapa Lima Kota Kupang, NTT. (*)

Baca: BREAKINGNEWS:Penumpang Sepeda Motor Tewas Pasca Kecelakaan Tunggal di Nurobo-Malaka

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help