Bagaimana Sikap Sinode GMIT Terhadap Pilgub NTT?

GMIT tidak memihak lepada parpol maupun koalisi tertentu. Tapi itu tidak berarti bahwa GMIT tidak memiliki keyakinan terhadap proses politik.

Bagaimana Sikap Sinode GMIT Terhadap Pilgub NTT?
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Paslon Gubernur dan Wagub NTT mengikrarkan kampanye damai Pilgub NTT di Aula El Tari, Kamis (15/2/2018). 

Cawagub NTT, Benny A Litelnoni menyebut banyak desa di NTT yang masih gelap. Kondisi ini menjadi perhatian dirinya bersama Benny K Harman. Menurut Litelnoni, ketika banyak desa masih gelap maka akan berpengaruh pada sektor lain, seperti pendidikan.

Baca: Pilgub NTT, Bawaslu NTT Ingatkan Paslon dan Tim Kampanye Soal Saksi di TPS

"Kita temukan banyak desa yang masih gelap. Hal ini akan jadi perhatian pemerintah ke depan," kata Litelnoni.

Litelnoni juga berbicara soal kewenangan provinsi, seperti pembangunan infrastruktur khususnya jalan. "Jalan provinsi ada sekitar 1.600 km, masih banyak juga yang butuh pembenahan. Infrastruktur ini sangat berpengaruh pada pembangunan lainnya," katanya. Selain itu, akan memperhatikan sektor pendidikan dan kesehatan. Khusus bidang pendidikan ada beasiswa.

Cagub NTT, Viktor Laiskodat mengatakan, pariwisata NTT perlu menjadi perhatian semua pihak terutama pemerintah.

"Pada tahun 2002, saya sudah bilang pariwisata penyumbang devisa. Di NTT, orang bicara pariwisata itu, masih identik dengan bangun hotel, padahal kita bangun dulu budaya," kata Laiskodat.

Baca: Kini Sudah Ada Tiga Lembaga Perhitungan Cepat Pilgub NTT, Apa Saja Ya?

Menurutnya pariwisata NTT cukup potensial. Laiskodat menyoroti lingkungan hidup atau kelestarian alam.

"Kita bicara soal kelestarian alam, tapi kalau tidak ada dampak ekonomi maka parah. Soal bom ikan, orang tinggalkan. Kalau mau bangun pariwisata, itu melalui ekonomi, alam dan budaya," ujarnya.

Politisi Partai NasDem ini melihat ada masalah utama dalam membangun pariwisata NTT, yakni kelembagaan.

"Saya contohkan Pantai Lasiana, pantai indah, bangun tembok, saya tanya bahwa itu penahan gelombang, padahal dari segi estetika kurang baik," kata Laiskodat. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help