Bagaimana Sikap Sinode GMIT Terhadap Pilgub NTT?

GMIT tidak memihak lepada parpol maupun koalisi tertentu. Tapi itu tidak berarti bahwa GMIT tidak memiliki keyakinan terhadap proses politik.

Bagaimana Sikap Sinode GMIT Terhadap Pilgub NTT?
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Paslon Gubernur dan Wagub NTT mengikrarkan kampanye damai Pilgub NTT di Aula El Tari, Kamis (15/2/2018). 

Keyakinan teologis GMIT, lanjut Mery Kolimon, jikalau gereja terlibat dalam politik sebab Allah yang memanggil dan mengutus gereja adalah Allah juga yang berpolitik.

Baca: Untuk Pilgub NTT 2018, Ternyata Begini Perilaku Memilih di Kalangan Mahasiswa

"Politik yang kami mengerti adalah upaya untuk mengubah hal dalam hidup bersama supaya menjadi sejahtera bagi semua. Politik Allah mengubah kekacauan menjadi keteraturan bagi ketentraman dan kesejahteraan seluruh umat manusia dan segenap ciptaan-Nya," ujar Mery Kolimon.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UKAW, Frankie J Salean, SE, M.P mengatakan, dalam Pilgub NTT, siapapun yang terpilih maka tanggungjawab kampus juga ada untuk terus mendukungnya.

Cagub NTT, Esthon Foenay mengatakan, paham radikalisme dan intoleran harus menjadi musuh bersama. Karena itu, seluruh komponen di NTT harus bersatu untuk menangkal serta mencegahnya. "Radikalisme harus disapu bersih," tegas Esthon.

Baca: KPU NTT Tetapkan Perubahan DPT Pilgub NTT Bertambah

Cawagub NTT dari Paket Marhaen, Emilia Nomleni berbicara mengenai pembangunan berbasis desa. Menurutnya, saat ini ada program alokasi dana desa dan program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) yang dilaksanakan Pemprov NTT.

Nomleni mengatakan program DeMAM memang terdapat perdebatan tetapi bukan pada substansi anggaran, yakni apakah dana itu sampai ke rakyat atau tidak.

"Jadi bukan persoalan apakah dana itu sampai kepada rakyat atau tidak, melainkan pelaksanaannya," katanya. Jika rakyat mempercayakan Paket Marhaen memimpin maka akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh menyangkut program DeMAM.

Baca: Pilgub NTT, Pemilih yang Tidak Masuk DPT Tapi Punya e-KTP Bisa Coblos. Bagaimana Caranya?

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyebut beberapa sektor yang bisa memberi kontribusi pendapatan, yakni sektor perikanan dan pariwisata.

Mantan anggota DPRD NTT ini menegaskan tidak membicarakan soal industri berskala besar tetapi bagaimana penguatan ekonomi rumah tangga. Ketika ada industri besar maka sudah ada dasar yang kuat, yakni ekonomi rumah tangga yang kokoh.

"Dengan begitu maka ekonomi rumah tanggga akan kuat dalam menopang berbagai industri yang masuk di daerah NTT. Saya kira ini perlu komitmen dan kerjasama dari kita semua," tandasnya.

Halaman
123
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Alfons Nedabang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help