Ini Pernyataan Kepsek SMPN 1 Kota Kupang Terkait Siswa Titipan Dalam PPDB 2018

Dari tahun lalu sudah online, sonde (tidak) bisa lagi, Artinya begini, katong (kami) di sekolah sonde (tidak) repot lagi

Ini Pernyataan Kepsek SMPN 1 Kota Kupang Terkait Siswa Titipan Dalam PPDB 2018
POS-KUPANG.COM/Tommy Mbenu Nulangi
Yuliana Manalor S.Pd, Kepsek SMPN 1 Kota Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dari tahun lalu sudah online, sonde (tidak) bisa lagi, Artinya begini, katong (kami) di sekolah sonde (tidak) repot lagi, dia sudah saring langsung di aplikasi.

Jadi kalau sudah pas 325 orang sudah stop. Lu (kamu) mau pejabat ko, penjahat ko tetap, sampai 352 orang dia stop. Jadi katong (kami) tinggal print (cetak) saja yang lulus di SMPN 1 Kota Kupang itu yang kita print.

Baca: DPD Partai Hanura NTT Lakukan Fit and Proper Test Kepada Bacaleg. Ini Tujuannya

Itulah ungkapan yang dilontarkan Yuliana Manalor S.Pd, Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Kupang di meja kerjanya saat ditanya POS-KUPANG.COM terkait siswa 'Titipan' oleh oknum pejabat yang anak atau kerabatnya ingin menjadi siswa baru di SMPN 1 Kota Kupang, Selasa (12/6/2018)

Yuliana mengungkapkan, sistem PPDB online yang telah diterapkan langsung terhubung Jakarta untuk Dapodik (Data Pokok Pendidikan) dan lainnya sehingga sejak tahun tahun lalu pihaknya tidak kewalahan seperti tahun-tahun sebelumnya dimana setelah pengumuman peserta didik yang lulus terdapat antrean panjang dan penambahan siswa atau rombongan belajar (Rombel)

"Anak-anak langsung daftar online, mereka print (cetak) itu bukti pendaftaran lalu mereka bawa datang ke sini. Kami di sini hanya himpun," ungkapnya.

Ia menjelaskan, bagi siswa bertempat tinggal di zonasi sekolah maupun tidak yang ingin melanjutkan sekolahnya di SMPN 1 Kota Kupang dirinya mempersilakan melakukan pendaftaran di alamat website yang telah disediakan.

Akan tetapi lanjut Yuliana, karena pendaftaran siswa baru menggunakan sistem Online, jadi tidak semua orang diterima karena ada sistem peringkat dalam sistem.

"Itu sudah di aplikasi memang, jadi sudah sampai 325 langsung Stop (berhenti), kalau orang (calon siswa) yang berada di luar zona, misalnya dia dari zona yang bukan dari sini biar dia daftar di SMP ini dia tidak lulus, secara aplikasi akan ditolak," katanya.

Ia mengisahkan pengalaman PPDB di tahun 2017 dimana jumlah pendaftar mencapai ribuan orang padahal, kata Yuliana, kuota penerimaan di sekolahnya hanya 325 orang.

"Orang yang berada di luar zona mau coba daftar di sini nanti tidak diterima. Ini barang kan aplikasi na. Jadi kalau diluar zona na aplikasi sonde (tidak) baca dia," imbuhnya. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved