Waspadai Gangguan Kesehatan Jelang Piala Dunia

Piala Dunia 2018 tinggal menghitung hari dan kamu mungkin juga sudah mengatur jadwal nonton bareng bersama kerabat.

Waspadai Gangguan Kesehatan Jelang Piala Dunia
KOMPAS.COM
Sejumlah wartawan peliput Piala Dunia 2018 menyusuri Sungai Moskwa yang membelah ibu kota Rusia, 10 Juni 2018. 

POS-KUPANG.COM - Piala Dunia 2018 tinggal menghitung hari dan kamu mungkin juga sudah mengatur jadwal nonton bareng bersama kerabat.

Namun, jangan sampai keasyikan menonton tim bola yang dijagokan sampai mengorbankan kesehatan. Perubahan pola hidup yang terjadi sepanjang penyelenggaran piala dunia bisa mengganggu kesehatan kita.

Baca: Dishub Ende Siapkan 6 Bus Untuk Mudik

Sejumlah penelitian menyebutkan ganggun kesehatan yang mungkin terjadi mulai dari serangan jantung, stroke, kecelakaan, bunuh diri, seks tidak aman, hingga penyiksaan. Salah satu jurnal yang dipublikasikan di The American Journal of Medicine pada 2010 bahkan mengatakan bahwa turnamen olahraga besar tak hanya sekadar permainan, melainkan bisa menimbulkan penyakit kardiovaskular dan meningkatkan angka kematian.

Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa pasien paling berisiko adalah mereka yang mengalami penyakit arteri koroner dan mereka yang mudah mengalami stres.

Misalnya karena kondisi sebagai penggemar sepak bola yang bersemangat, permainan bertensi tinggi dan tentunya kekalahan. Banyak para penggemar sepak bola yang berteriak "hampir saja terkena serangan jantung", ketika tim yang mereka dukung gagal melakukan tembakan atau tim lawan hampir membobol gawang.

Hal ini rupanya tak bisa dianggap sekadar gurauan. Kondisi psikologis seperti stres, kecemasan dan kemarahan yang biasa dirasakan para penggemar sepak bola bisa memicu serangan jantung.

"Kami memahami momentum tersebut mengundang ketertarikan yang sangat tinggi namun jangan juga membuat kita melupakan kesehatan," kata suster jantung senior di British Heart Foundation, Julie Ward.

Risiko masalah kesehatan itu bisa ditekan dengan berbagai cara, misalnya mengonsumsi aspirin, meditasi dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, menghindari makanan berlemak, atau menjauhi alkohol.

Sebuah studi di Selandia Baru menemukan bahwa kekalahan atau kemenangan yang diterima tim favorit memberi dampak kesehatan berbeda. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help