Ingin Hidup Lebih Lama? Cobalah Rutin Jalan Kaki

Ingin hidup lebih lama? Cobalah perbanyak jalan kaki. Kebiasaan jalan kaki dengan kecepatan normal berkaitan dengan penurunan risiko kematian

Ingin Hidup Lebih Lama? Cobalah Rutin Jalan Kaki
KOMPAS.COM
Ilustrasi berjalan kaki 

POS-KUPANG.COM - Ingin hidup lebih lama? Cobalah perbanyak jalan kaki. Kebiasaan jalan kaki dengan kecepatan normal berkaitan dengan penurunan risiko kematian hingga 20 persen dibandingkan berjalan dengan kecepatan lambat.

Sementara itu, berjalan dengan kecepatan lebih tinggi dapat mengurangi risiko kematian hingga 24 persen.

Baca: Trump Temui PM Singapura di Istana untuk Makan Siang Bersama

Hasil serupa juga ditemukan untuk risiko kematian akibat kardiovaskular. Manfaat jalan kaki ini bahkan bisa dirasakan oleh mereka yang lanjut usia.

Riset membuktikan, rata-rata pejalan kaki yang berusia 60 tahun atau lebih, mengalami penurunan risiko kematian akibat permasalahan kardiovaskular hingga 46 persen.

Kabar baiknya lagi, mereka yang berjalan kaki dengan kecepatan tinggi mengalami penurunan risiko kematian hingga 53 persen.

Seperti dilansir New York Post, riset dilakukan dalam kolaborasi peneliti dari the University of Sydney, Cambridge, Edinburgh, Limerick dan Ulster.

Riset telah dipublikasikan dalam the British Journal of Sports Medicine dan telah diedit oleh Emmanuel Stamatakis, profesor dari the University of Sydney's Charles Perkins Center dan School of Public Health di Australia.

Menurut Emmanuel Stamakis, kecepatan tinggi dalam jalan kaki umumnya tujuh kilometer per jam. Tapi, hal ni juga tergantung pada tingkat kebugaran pejalan kaki.

Para peneliti menghubungkan catatan kematian dengan hasil 11 survei berbasis populasi di Inggris dan Skotlandia antara tahun 1994 dan 2008.

Dalam riset tersebut, setiap peserta melaporkan di mana para peserta melaporkan kecepatan langkah kaki mereka.

Riset dari Harvard University pernah membuktikan manusia dapat hidup lebih panjang hingga lebih dari 10 tahun dengan menerapkan lima kebiasaan sehat. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help