72 Tahun Indonesia Merdeka Warga Laipandak Masih Hidup dalam Kegelapan

untuk bisa memiliki aki tenaga surya tersebut, dirinya mengeluarkan uang pribadi sebesar Rp 400.000 lebih untuk pembelian tenaga surya tersebut.

72 Tahun Indonesia Merdeka Warga Laipandak Masih Hidup dalam Kegelapan
pos kupang.com, robert ropo
Tiang listrik yang telah dipasang di wilayah Desa Laipandak. 

Laporan Reporter POS.KUPANG.COM, Robert Ropo

POS KUPANG.COM | WAINGAPU--Warga masyarakat di Desa Laipandak Kecamatan Wulawaijelu Kabupaten Sumba Timur hidup masih dalam kegelapan pada malam hari. Pasalnya di Desa tersebut belum ada listrik dari PT.PLN sampai dengan saat ini.

Warga setempat, Ndena Gaba, ketika ditemui POS KUPANG.COM di Desa Laipandak, Senin (11/6/2018) mengatakan, bahwa karena belum ada listrik masuk di wilayah Desa tersebut warga terpaksa menggunakan lampuh pelita. Sementara bagi warga yang memiliki uang membeli mesin genzet atau tenaga surya untuk penerangan malam hari.

Gaba mengatakan, sementara dirinya awalnya menggunakan lampuh pelita, namun kini ia memakai aki tenaga surya untuk penerangan di malam hari.

Kata dia, untuk bisa memiliki aki tenaga surya tersebut, dirinya mengeluarkan uang pribadi sebesar Rp 400.000 lebih untuk pembelian tenaga surya tersebut.

Warga setempat lainya, Gerfinus Ngg.Njurumay juga kepada POS KUPANG.COM menyampaikan hal yang sama.

Gerfinus menambahkan kini memang tiang listrik sudah di pasang PT.PLN menuju wilayah Desa mereka. Namun, warga sangat berharap agar jaringan listriknya segera dipasang sehingga warga bisa secepatnya memenikmati penerangan listrik PLN itu.

"Kita mau nonton Tv dari Laipandak terhadap bapak Jokowi omong di Jakarta, tapi karena tidak ada listrik ya terpaksa kita duduk saja sudah,"ungkapnya. (*)

Baca: Pater Laurensius di Tahbis Uskup San di Paroki Pagal

Tags
Manggarai
Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved