Suara dan Aksi Warga di TTU Hasilkan Dialog Santun dan Beradab

pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan dan pelayanan kesehatan masih menjadi salah satu pelayanan publik pemerintah yang sering dikeluhkan

Suara dan Aksi Warga di TTU Hasilkan Dialog Santun dan Beradab
istimewa
Kades Subun Bestobe, Hilarious Tahoni sedang membagi pengalaman suara dan aksi warga negara di wilayahnya dalam kegiatan festival Pembelajaran Suara dan Aksi Warga Negara untuk akuntabilitas Pemerintah dan Peningkatan Layanan Dasar Kesehatan Ibu dan Anak Kabupaten TTU di Kefamenanu, Jumat (8/6/2018) 

Laporan Wartawan POS-KUPANG. COM, Hermina Pello

POS-KUPANG. COM, KUPANG - -Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara memberikan apresiasi dan bahkan memuji pendekatan suara dan aksi warga yang telah dilaksanakan sejak tahun 2014 dan menghasilkan tidak hanya perubahan seperti peningkatan layanan kesehatan terutama Ibu dan anak tetapi juga pola dialog yang santun dan beradab antara masyarakat sebagai pengguna layanan dengan penyedia layanan kesehatan maupun pemerintah.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Aloysius Kobes,S.Sos dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Tata Praja Setda TTU, Willybrordus Apaut, S.Sos M.Ap ketika membuka Festival Pembelajaran Suara dan Aksi Warga Negara untuk akuntabilitas Pemerintah dan Peningkatan Layanan Dasar Kesehatan Ibu dan Anak Kabupaten TTU di Kefamenanu, Jumat, (8/6/2018)

Dalam ringkasan sambutan tertulis yang diterima POS-KUPANG. COM dari panitia Festival pembelajaran ini,

Wabup Kobes menegaskan pemerintah daerah menyadari bahwa pembangunan dan pelayanan kesehatan masih menjadi salah satu pelayanan publik pemerintah yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

Pelayanan kesehatan kata dia, masih menjadi "mimpi buruk" masyarakat. Kobes mengakui masih terdapat banyak kekurangan yang perlu dibenahi dalam pelayanan kesehatan, tetapi dirinya juga secara jujur mengatakan bahwa seringkali pula keluhan dan komplain dari masyarakat terkadang terlalu berlebihan dan sangat subyektif, seakan akan pemerintah tidak pernah melakukan upaya apapun untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Pemerintah papar dia dari waktu ke waktu selalu berusaha melakukan yang terbaik bagi masyarakat, tetapi perlu diketahui pula bahwa untuk niat baik itu, pemerintah tidak bisa seenaknya melanggar regulasi dan ketentuan yang berlaku.

Melalui program suara dan aksi warga negara yang dikembangkan Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan dukungan Bank Dunia ini kata dia, telah mendidik masyarakat untuk tidak sekedar menjadi obyek yang pasif tetapi terlebih menjadi subyek yang aktif dan peduli terhadap setiap permasalahan layanan kesehatan yang terjadi di tengah masyarakat dan mencari solusi penyelesaiannya.

WVI paparnya telah mengadvokasi, memediasi, dan memfasilitasi ruang dialog antara pemerintah daerah sebagai penyedia layanan dan masyarakat sebagai mitra layanan untuk membuat rencana aksi dan berbagi peran dengan tujuan meningkatan akuntabilitas pemerintah dalam pelayanan publik terutama pelayanan kesehatan.

Menurut hemat saya, tegas Wabup, program ini positif sebab tidak sekedar "menyentil" pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi serentak membangun kesadaran warga untuk terlibat aktif dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan ibu dan anak itu sendiri.

Upaya untuk mendapatkan masukan dan umpan balik masyarakat terhadap perbaikan dan peningkatan semua pelayanan publik sebenarnya sudah dilakukan pemerintah daerah selama ini dengan membuat kotak saran dan pengaduan pada setiap unit pelayanan publik. namun tidak dimanfaatkan oleh warga.

Maka Program Suara dan Aksi warga yang dilakukan WVI merupakan sebuah praktek cerdas dalam membangun kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat memperbaiki kualitas pelayanan publik secara santun dan beradab. Masyarakat perlu menyadari bahwa masyarakat itu bukan hanya sekedar pengguna layanan tetapi terlebih menjadi mitra layanan pemerintah. Masyarakat juga punya andil dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Kepala Puskesmas Eban, Clara Boleng ketika memberikan sharing pemeblajaran mengatakan saat ini, para fasilitator desa sangat aktif mendukung bidang Kesehatan Ibu dan anak di wilayah kerja puskesmas. Masyarakat tambah dia sudah sangat aktif dan makin sadar melakukan perslinan si Puskesmas serta dari sisi petugas kesehatan juga pola melayani masyarakat makin ramah. Pendekatan ini juga tambahnya, sangat membantu dalam perencanaan maupun pemenuhan berbagai kebutuhan terkait layanan kesehatan. (*)

Baca: WOW! Ini Alokasi Dana Pengamanan Pilkada untuk Kodim Sumba Barat

Penulis: Hermina Pello
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved