Jangan Kasari Anak dengan Kata dan Perbuatan

Jangan mengasari anak dengan kata-kata dan perbuatan karena hal itu akan berdampak kurang baik

Jangan Kasari Anak dengan Kata dan Perbuatan
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Para peserta Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga di Hotel Palm Indah Lewoleba, Selasa (5/6/2018).

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Anak itu mutiara keluarga. Anak juga kebanggaan keluarga. Karena itu bimbinglah mereka sebaik mungkin. Jangan mengasari anak dengan kata-kata dan perbuatan karena hal itu akan berdampak kurang baik terhadap tumbuh kembangnya anak.

Pesan itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Lembata, Ata Gabriel saat tampil sebagai narasumber dalam Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga Tingkat Kabupaten Lembata di Hotel Palm Indah Lewoleba, Selasa (5/6/2018).

Menurut Gabriel, jikalau anak dicecar dengan pelbagai kata kasar, maka anak juga akan memiliki karakter dasar yang kasar. Sebab label kasar tetsebut telah diberikan orang tua sejak anak masih kecil.

Pada satu sisi, tandas Gabriel, orang tua mungkin berpendapat bahwa mengasari anak merupakan bagian dari cara mendidik anak di dalam keluarga. Olehnya pelbagai kata yang tak pantas senantiasa dilontarkan terhadap buah hati tersebut.

Padahal, tandas Gabriel, cara didik tersebut merupakan cara yang tidak tepat, cara yang salah. Sebab anak bukan tong sampah yang harus menerima semua kata-kata buruk dari orang tua.

Demikian juga saat anak berada di sekolah, pesan Gabriel, guru-guru dilarang mengatai anak-anak didik dengan kalimat yang tak elok di dengar. Guru harus membimbing anak dengan pola didik yang bagus, yang smart sehingga apa yang direkamnya bisa dilakoninya saat kembali ke rumah dan hidup bermasyarakat.

Peran sekolah, lanjut dia, adalah membantu keluarga untuk mendidik anak. Peran yang dibutuhkan dari guru, yaitu mengajar, melatih, membimbing dan mendidik anak agar memiliki karakter yang baik dan terpuji

"Kalau anak diajarkan dengan tegur sapa yang baik, maka saat pulang ke rumah, mereka bisa menerapkannya di dalam keluarga bahkan terbawa selalu saat ia betada di tengah lingkungan masyarakat," ujar Gabriel.

Pihaknya berharap para peserta pelatihan tersebut memahaminya secara baik dan menerapkannya seusai kegiatan nanti. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help