Terdakwa Kasus Korupsi Dana Desa di TTU Ranty Koreh Minta Tambah Pengacara

Yang mulia, saya boleh minta tambah penasehat hukum," tanya Ranty Koreh yang juga berstatus sebagai tersangka kasus penculikan anak

Terdakwa Kasus Korupsi Dana Desa di TTU Ranty Koreh Minta Tambah Pengacara
POS KUPANG/WILI SUNI
Sidang kasus korupsi Dana Desa oleh Ranti Kore di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (31/5/2018).

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Ada yang menarik dalam sidang perdana kasus korupsi dana desa di Desa Neonasi, Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) yang digelar di Pengadilan Tindakan Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Kamis (31/5/2018) siang.

Sebelum sidang berjalan lebih jauh, terdakwa, Ranty Koreh meminta kepada majelis hakim untuk menambah dua pengecara agar membantunya dalam persidangan kasus korupsi yang menjeratnya.

" Yang mulia, saya boleh minta tambah penasehat hukum," tanya Ranty Koreh yang juga berstatus sebagai tersangka kasus penculikan anak Kasie Pidsus Kejari TTU Kundrat Mantolas.

Mendengar permintaan terdakwa Ranty Koreh, Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief mengatakan, silahkan jika terdakwa ingin menambahkan pengecara. Menurutnya, penambahan pengecara menjadi hak dari terdakwa.

" Silahkan jika saudara terdakwa ingin menambahkan pengecara. Pakai tunjuk saja juga baik," kata Syaiful Arief.

Mendengar jawaban ketua majelis hakim demikian, terdakwa Ranty Koreh, langsung menunjuk Jhon Rihi dan Meriyeta Soruh, SH yang saat itu berada di ruang persidangan.

Meski belum mendapat surat kuasa, Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief mempersilahkan kedua pengecara itu bergabung dengan pengecara Adelji Teiseran, SH yang telah mendapat surat kuasa terlebih dahulu.

Menurut Hakim Syaiful, tidak masalah jika kedua pengecara itu mendampingi terdakwa sebelum mendapatkan surat kuasa karena sidang tersebut adalah sidang kasus tindakan pidana.

Berdasarkan Pantauan Pos Kupang, jalannya sidang perdana kasus korupsi dana desa di Desa Neonasi tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief didampingi dua hakim anggota masing-masing Ibnu Choliq dan Ali Mukhtarom. (*)

Baca: NPL di NTT Masih Dibawah Lima Persen

Tags
pengacara
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help