Demokrasi dan Politik Sinterklas, Beginilah Wujudnya

Media indoprogress.com dan tirto.id secara amat tajam melukiskan arus kuat itu, "yang penting kebutuhan terpenuhi

Demokrasi dan Politik Sinterklas, Beginilah Wujudnya
ilustrasi

Oleh: Louis Jawa
Pastor Desa, tinggal di Reo, Manggarai-Flores

" Orang kristen tidak menguburkan begitu saja ketidakadilan yang terjadi di masa lalu demi kompromi-kompromi murahan. Kisah masa lalu tidak dilepaskan demi keuntungan-keuntungan masa sekarang. Kenangan akan penderitaan masa lalu menjadi suatu keharusan, karena tanpa kenangan yang hidup, berbagai bentuk ketidakadilan akan terlampau mudah diulang kembali." (Paul Budi Kleden, Jurnal Ledalero 2005)

POS KUPANG.COM - Sentuhan inspiratif Kleden ini menguatkan saya untuk dengan keberanian nurani membaca ulasan-ulasan tentang kemiskinan atau juga kesahajaan kita orang NTT, yang mudah disuap dan dimanipulasi.

Media indoprogress.com dan tirto.id secara amat tajam melukiskan arus kuat itu, "yang penting kebutuhan terpenuhi, politik model bagaimana buruk baiknya, itu urusan negara." Sebuah fatalisme yang memprihatinkan.

Koorporatisme Oligarki

Made Supriatma dalam tulisannya "Setya Novanto Sang Oligarkh" (indoprogress.com 19/11/2017) menarasikan kecerdasan politisi yang sanggup mengawinkan kekuatan uang atau modal dengan lobi-lobi kekuasaan.

Ia menguraikan sepak terjang Setnov, wakil rakyat asal Nusa Tenggara Timur yang sanggup menggapai jabatan Ketua DPR RI dan Ketua Partai Golkar, dalam karier politik dari bawah.

Secara amat tajam, Supriatma menegaskan kekayaan dan lobi-lobi politik dengan nama besar dan jejaring hebat telah menyandera hati masyarakat miskin dan sederhana untuk selalu bersyukur atas bantuan berupa pupuk, sumur bor, panti asuhan dan bangunan Gereja ("Kemesraan Setya Novanto dengan Gereja di NTT" dalam tirto.id. 18/4/2018).

Persis seperti "politik sinterklas", bantuan demi bantuan yang dirasakan melahirkan politik balas budi, secara pragmatis, memilih orang yang sudah dikenal telah membantu mereka ("Politik Sinterklas Papa Setnov di NTT" dalam tirto.id. 29/3/2018).

Supriatma menggambarkan riwayat karier itu ," Sebagai politisi, Novanto bukanlah figur yang enigmatik. Dia bukan persona yang terlalu sulit dipahami, misterius, atau membingungkan.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help