Angkutan Udara Sumber Inflasi Pada Mei 2018

sekarang ini ada tekanan terutama beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti harga telur ayam, bawang merah, daging ayam

Angkutan Udara Sumber Inflasi Pada Mei 2018
pos kupang.com, hermina pello
Peserta kegiatan diseminasi kebijakan BI Terkini dan Kesiapan Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H di ruang Sasando kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kamis (31 /5/2018

Laporan Wartawan POS-KUPANG. COM, Hermina Pello

POS-KUPANG. COM, KUPANG - - Inflasi pada bulan Mei 2018 diprediksi masih dalam namun besarnya bobot transportasi udara pada Provinsi kepulauan ini akan berpengaruh pada Inflasi NTT.

"Sekarang ini harga tiket sudah tinggi sekali. Bayangkan untuk ke Jakarta dengan Lion Air sudah mencapai Rp 1,9 juta sekali jalan," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga pada acara diseminasi kebijakan BI Terkini dan Kesiapan Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H di ruang Sasando kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kamis (31 /5/2018) sore.

Dia mengungkapkan sekarang ini ada tekanan terutama beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti harga telur ayam, bawang merah, daging ayam dan terutama angkutan udara.

"Angkutan udara adalah momok untuk provinsi kepulauan sebagai salah satu sumber inflasi. Coba teman teman wartawan Tanya pada maskapai mengapa harga sampai tinggi sekali. Tiket pesawat ke Jakarta tanggal 1 Juni sudah menjadi Rp 1,9 juta," katanya.
Menurutnya, ternyata hotel juga penuh dimana ada banyak kegiatan di Kupang di tengah bulan puasa.

Menurutnya, setiap kali penerbangan seat terisi penuh sehingga Airlines perlu frekuensi ditambah. Tapi mungkin dari dan ke Kupang atau NTT karena bukan prioritas tapi manajemen anggap belum ramai jadi tidak tambah frekuensi.

"Ini jadi problem. Angkutan udara adalah salah penyebab inflasi karena bobot angkutan udara. Bulan puasa seperti ini masih Rp 900an ribu tapi sekarang mau ke Jakarta Rp 1,9 juta, ini luar biasa angkutan udara pengaruh.

Potensi inflasi di Mei oleh angkutan udara. Kegiatan lain masih dalam tahap wajar, "katanya Komodoti beras masih kondisi aman dan ada kegiatan pasar murah. (*)

Baca: Kebijakan BI Menaikkan Suku Bunga, Perbankan di NTT Masih Aman

Penulis: Hermina Pello
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved