Dugaan Penculikan Anak di Kupang

Ketua LPA NTT Kecam Penculik Anak: Ini Pelanggaran HAM Berat, Bisa Diancam 12 Tahun Penjara

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT, Veronika Ata, SH, MH, menyatakan penyesalan dan keprihatinan atas kasus penculikan anak jaksa

Ketua LPA NTT Kecam Penculik Anak: Ini Pelanggaran HAM Berat, Bisa Diancam 12 Tahun Penjara
POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Veronika Ata 

Laporan Reporter Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kasus penculikan RM, anak jaksa yang terjadi di Kupang, Senin (28/5/2018), merupakan bentuk kejahatan dan pelanggaran HAM berat terhadap anak. Karenanya pelaku mesti diberi hukuman seberat-beratnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT, Veronika Ata, SH, MH, menyatakan penyesalan dan keprihatinan atas kasus penculikan anak jaksa yang dilakukan oleh dua orang dewasa, terlebih salah satunya adalah seorang perempuan.

Baca: VIDEO: Penangkapan Pelaku Ketiga Penculikan Anak Jaksa

"Saya sangat menyesal dan prihatin terhadap kasus penculikan anak ini. Teganya orang menjadikan anak sebagai korban dan obyek kepentingan mereka,  menggunakan kepolosan dan ketakberdayaan anak. Sebab anak tidak bisa melakukan perlawanan terhadap orang dewasa," kata Veronika, Rabu (30/5/2018) malam.

Baca: Begini Reaksi Kajati NTT Terkait dengan Kasus Penculikan Anak Kasi Pidsus Kejari TTU

Lebih keji lagi, tambah Veronika, ketika si pelaku penculikan ingin bebas dari perbuatan jahatnya atau ingin  mendapatkan sesuatu,  lalu anak disandera.

"Perbuatan ini harus dikecam. Pelaku mesti dihukum seberat-beratnya. Kasus penculikan anak termasuk dalam bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat," kata Veronika. 

Kenapa? Karena selain dapat mengancam kehidupan anak, hal itu  bisa berdampak pada terjadinya eksploitasi, perbudakan, penghilangan kebebasan bahkan dapat menimbulkan teror dalam kehidupan bermasyarakat.

Modus kasus penculikan anak itu pun sangat beragam, seperti pemerasan, adopsi ilegal, perdagangan, trafficking, balas dendam, sakit hati hingga pengambilan organ tubuh atau tujuan seksual.

Baca: BREAKING NEWS: Pelaku Ketiga Penculikan Ditangkap di Amarasi Barat Kabupaten Kupang

Veronika mengatakan, kasus penculikan anak itu seringkali memanfaatkan kelalaian orangtua dalam menjaga dan mengawasi anaknya. Seringkali orangtua sibuk dan sering meninggalkan anaknya dan tidak mengawasi kegiatan anaknya sehingga memberikan peluang bagi pelaku untuk melakukan penculikan dimaksud.

Veronika berharap agar semua pihak, baik orangtua, masyarakat maupun aparat penegak hukum bisa menjalankan perannya dengan baik sehingga kasus penculikan anak bisa diminimalisir.

Halaman
1234
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved