Sudah Tahu atau Belum? Ternyata Lipstik Bahan Bakunya Cacing, Simak Penjelasannya

Pelatihan Teknologi Tepat Guna ini menghadirkan pemateri dari Jakarta, salah satunya dari PT Debi Agro Indonesia.

Sudah Tahu atau Belum? Ternyata Lipstik Bahan Bakunya Cacing, Simak Penjelasannya
POS-KUPANG.COM/YENI RACHMAWATI
Pemateri Dewi dari PT Debi Agro Indonesia sedang memaparkan materi pada Pelatihan Teknologi Tepat Guna yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Kota Kupang, di Hotel Maya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pelatihan Teknologi Tepat Guna ini menghadirkan pemateri dari Jakarta, salah satunya dari PT Debi Agro Indonesia.

Pada pemaparannya, Dewi membawakan materi tentang Pengurangan Sampah Organic dilakukan secara Sistemik dan Berkesinambungan melalui Sistem e Bubidaya Terpadu untuk Mencapai Zero Organic Waste serta Peningkatkan Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat untuk Pemkot melalui Tim Penggerak PKK kota Kupang.

Baca: Ini Dia Kajati Baru NTT yang akan Memggantikan Sunarta

Mengapa harus e? Dewi menjelaskan e- maksudnya elektronik dimana nantinya semua masyarakat yang memiliki sampah rumah tangga bisa melakukan kontrol menggunakan elektronik.

Misalnya, melaporkan jumlah sampah dengan sms kode tersendiru. Nanti dari pihak Pemda atau PKK akan mengetahui sampah yang berkurang.

Kata Dewi, Kota Kupang memproduksi 400 ton sampah per hari, maka dari itu melalui pelatihan ini dapat menjadikan sampah memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dimana merubah pola pikir masyarakat membuang sampah, yang tadinya tanpa dipilah menjadi dipilah.

Tujuan lainnya mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kupang. Sampah dapat dijadikan peluang usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Pengurangan samoah organik di fase awal (pasar dan rumah-rumah) sehingga penanganan sampah pada tahap berikutnya dan sampai fase akhir (TPA/Landfull) akan semakin sedikit dan menjadikan Kupang bebas sapah organik.

Saat masyarakat menghasilkan sampah organik, lanjutnya, cacing akan memakan sampah tersebut. Kemudian cacing dibuat menjadi pakan ternak/ikan dan dimakan oleh masyarakat.

Melalui budidaya cacing maka sampah organik dapat dikurangi pada fase awal, karena sampah organik diuraikan oleh cacing sehingga dapat mengurangi volume sampah organik pada fase akhir (TPA).

"Budidaya cacing bisa jadi peluanh usaha untuk pertanian, seperti pupuk organik untuk tanaman dan sayuran. Kemudian kebutuhan pakan ternak, ikan, ayam, lele dan lainnya dan untuk kesehatan serta kecantikan. Karena bahan baku obat dan kosmetik seperti lipstik salah satu bahannya dari cacing. Mama pakai lipstik salah satunya bahannya dari cacing, karena kosmrtik membutuhkan cacing untuk campuram pembuatan lisptik, karena cacing itu berminyak jadi lembut," terangnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help