Teater Jangan Bakar Kami, Sentil Moralitas dan Pendidikan Generasi Muda NTT

Dikisahkan seorang gadis nan lugu, dari sebuah kampung di NTT, demi melanjutkan pendidikan, tinggalkan kampung dan keluarga.

Teater Jangan Bakar Kami,  Sentil Moralitas dan Pendidikan Generasi Muda NTT
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Pentasan Teater Jangan Bakar Kami di lapangan basket biara Claretian, Kupang. Minggu, (27/05/18)

 
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Teater Jangan Bakar Kami yang dipentaskan oleh komunitas Gubuk Maya pada Minggu malam, (27/05/18) di Lapangan basket biara Claretian Kupang sentil moralitas dan pendidikan generasi muda NTT. Senin, (28/05/18)

Disaksikan POS KUPANG.COM, dikisahkan seorang gadis nan lugu, dari sebuah kampung di NTT, demi melanjutkan pendidikan, tinggalkan kampung dan keluarga.

Gemerlapnya kota dengan segala kemajuan dalam tekhnologi dan gaya hidup membuat si gadis lugu terpikat.

Bukannya belajar tapi sibuk merubah penampilan, berdandan dan bergaya bak artis jadi prioritas.

Banyak lelaki yang jatuh cinta padanya. Jalan berdua, begadang, kencan, selalu jadi pilihan untuk lari dari setiap persoalan hidup yang menghimpit.

Baca: VIRAL Beredar Video Pengendara Motor Ugal-ugalan Sambil Acungkan Samurai ke Pengendara Lain

Baca: Siswa SMP Negeri 1 Dilarang Masuk Kelas

Baca: Petani Mabar Harus Serius Jalani Program Pengembangan Jagung

Tak lama gadis lugu ini hamil. Kuliah tak bisa dilanjutkan dan ditinggal pergi oleh kekasih hatinya. Kondisi tidak mengenakan ini berlajut terus, anaknya turut menderita. Dibesarkan dalam situasi yang tidak kondusif.

Kondisi ini kemudian merebak hampir dalam seluruh segi kehidupan, pendidikan, budaya, ekonomi, sosial, moral, berujung pada hancurnya generasi muda.

Saat diwawancarai POS KUPANG.COM seusai pentas, frater Irno Januario selaku ketua umum kelompok sastra gubuk maya mengatakan. Pentasan ini merupakan lukisan kondisi dan situasi generasi muda NTT jaman ini.

"Ini lukisan moralitas dan pendidikan generasi muda NTT jaman ini. Saya berharap penonton bisa mengambil nilai-nilai penting dari pentasan ini," ungkapnya.

Yosef Ferdinandus, mahasiswa Undana, salah satu aktor dalam pentasan teater ini, bahagia bisa belajar dan berbagi pengetahuan dan pengalamannya di bidang teater.

Teater ini disaksikan oleh hampir ratusan orang. Sebagian besarnya adalah mahasiswa dan mahasiswi. Dinamika dalam teater ini dirasakan oleh penonton yang hadir. Hal itu nampak dari setiap ekspresi penonton.(*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved