Uskup Maumere Tantang Pemerintahan Baru Kembangkan Sorgum di Sikka

Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Kherubim Parera, SVD menantang Pemerintah Kabupaten Sikka baru mengembangkan tanaman sorgum.

Uskup Maumere Tantang Pemerintahan Baru Kembangkan Sorgum di Sikka
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Uskup Maumere (kemeja putih bertopi) melakukan panen tanaman sorgum di halaman Kampus Politeknis Cristo Re Maumere, di Pulau Flores, Sabtu (26/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Kherubim Parera, SVD menantang Pemerintah Kabupaten Sikka baru yang kelak terpilih dalam Pemilukada serentak 27 Juni 2018 mengembangkan tanaman sorgum.

"Saya minta pemerintah menjadi pelopor yang mau mengembangkan sorgum. Pemerintah perlu lakukan inovasi, jangan buat hal yang biasa-biasa saja yang sudah ada," pinta Mgr. Kherubim, dalam percakapan dengan POS-KUPANG.COM, Sabtu (26/5/2018).

Baca: Kader Golkar Lembata Minta Biaya Oprasional kepada Melkias Markus Mekeng

Pemimpin Gereja Katolik lokal ini mengatakannya usai melakukan panen perdana sorgum di halaman Kampus Politeknik Cristo Re Maumere.

Tanaman sorgum, kata Mgr. Kherubim, merupakan tanaman asal masyarakat Sikka yang menyebutnya dengan `watar'. Ia mengajak pemerintah memprakrasai dan mendorong masyarakat menanam kembali sorgum, karena untuk konsumsi jauh lebih bagus ketimbang beras.

Menurut Mgr. Kherubim, pengembangan tanaman sorgum sangat cocok dengan iklam Sikka dan sebagian besar Pulau Flores,curah hujan rendah. Bila masyarakat mengembangkan secara besar-besarnya, mengurangi konsumsi beras yang didatangi dari luar.

Pengembangan pangan lokal yang berguna bagi masyarakat menjadi arah kebijakan Keuskupan Maumere. Keuskupan akan mendorong umat mengembangkan sorgum.

"Dahulukan urusan perut. Tanaman sorgum dan marungge sangat tinggi manfaat untuk kebutuhan protein dan karbohidrat di dalam tubuh. Kita ini selalu berpikir sayur yang mewah sawi,kol, kangkung, wortel, padahal marungge kelasnya jauh di atas. Namun kita melihat sayur marungge sebagai makanan kelas rendah," kata Mgr. Kherubim. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved