Uskup Petrus Turang Sebut Pesparani sebagai Pesta Persaudaraan

Sebagai sebuah perlombaan sekaligus seleksi menuju ajang Pesparani tingkat Nasional di Kota Ambon Oktober 2018 mendatang

Uskup  Petrus Turang Sebut Pesparani sebagai Pesta Persaudaraan
POS-KUPANG.COM/WILI SUNI
Gubernur bersama Panitia Pesparani saat menghadiri pembukaan dan pelepasan peserta pesparani di depan Kantor Gubernur NTT dan berjalan menuju GOR Flobamora Kupang, Kamis (24/5/2018). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang menegaskan, pesta paduan suara (Perparani) I Provinsi NTT ini merupakan pesta persaudaraan.

Hal itu disampaikan Mgr Turang saat memimpin misa pembukaan Pesparani, Kamis (24/5/2018) di GOR Oepoi Kupang.

Sebagai sebuah perlombaan sekaligus seleksi menuju ajang Pesparani tingkat Nasional di Kota Ambon Oktober 2018 mendatang, Uskup Petrus Turang meminta panitia untuk bersikap dan bertindak adil.

"Jangan karena panitia orang Ende yang juara semua dari Ende atau panitia orang Malaka yang juara orang Malaka," canda Uskup Turang.

Misa kudus yang diiringi paduan suara akbar dari OMK di Kota Kupang ini berlangsung khidmat. Ribuan peserta, rohaniwan, biarawan dan umat khusuk mengikuti misa pembukaan hingga selesai.

Pesrta Pesparani dari Kabupaten Malaka saat karnaval Pesparani dari Kantor Gubernur NTT menuju GOR Flobamora Kupang, Kamis (24/5/2018).
Pesrta Pesparani dari Kabupaten Malaka saat karnaval Pesparani dari Kantor Gubernur NTT menuju GOR Flobamora Kupang, Kamis (24/5/2018). (POS-KUPANG.COM/WILI SUNI)

Misa pembukaan Pesparani ini dihadiri Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, Eusabius Binsasi, Staf Ahli Menteri ESDM, Widyo Sunaryo, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno dan para anggota DPRD NTT, beberapa bupati, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man, perwakilan GMIT, PHDI Kota Kupang, FKUB NTT, MUI NTT dan perwakilan masyarakat Budha serta rohaniwan dan umat Katolik Kota Kupang.

Para peserta dan umat yang hadir saat pembukaan Pesparani juga menyaksikan penampilan pemain biola cilik, Isabela, peniup saksofon cilik, dan pemetik sasando, Vivian Tjung.

Semangat toleransi antarumat beragama semakin terasa ketika dipentaskan tarian Hindu dari PHDI dan persembahan qasidah dari umat Muslim. Juga ada tarian kreasi persembahan Taman Budaya Gerson Poyk.

Ketua Kontingen Kabupaten Malaka, Yos Parera mengaku bahagia bisa terlibat dalam lomba Pesparani dari tanggal 24 -27 Mei 2018 yang bertajuk "Membangun Persaudaraan Sejati" ini.

Peserta Pesparani dari Kabupaten Alor sedang memeragakan aksi tarian yang berasal dari Alor saat karnaval Pesparani dari Kantor Gubernur NTT menuju GOR Flobamora Kupang, Kamis (24/5/2018).
Peserta Pesparani dari Kabupaten Alor sedang memeragakan aksi tarian yang berasal dari Alor saat karnaval Pesparani dari Kantor Gubernur NTT menuju GOR Flobamora Kupang, Kamis (24/5/2018). (POS-KUPANG.COM/WILI SUNI)

Menurutnya, perhelatan akbar ini bisa memberi keyakinan kepada semua orang kalau NTT adalah tempat yang aman dan damai bagi siapa saja tanpa mengenal suku, agama dan ras.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help