Protes Gubernur dan DPRD NTT, Nimrot Kibarkan Merah Putih dari Puncak Papan Reklame

Seorang pria paruh baya nekat memanjat dan mengibarkan bendera merah putih selama delapan jam di puncak papan reklame di lokasi Taman Fontein

Protes Gubernur dan DPRD NTT, Nimrot Kibarkan Merah Putih dari Puncak Papan Reklame
POS-KUPANG.COM/Ryan Nong
Warga menyaksikan aksi nekat Nimrot Selan yang memanjat dan mengibarkan bendera merah putih dari puncak papan reklame setinggi 25 meter di areal taman Fontein, Kota Kupang, Kamis (24/5/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Seorang pria paruh baya nekat memanjat dan mengibarkan bendera merah putih selama delapan jam di puncak papan reklame di lokasi Taman Fontein Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang pada Kamis (24/5/2018) untuk memprotes Gubernur dan DPRD NTT.

Aksi nekat pria yang kemudian diketahui bernama Nimrot Selan itu menimbulkan kehebohan di lokasi tersebut. Karena aksi tersebut, ruas Jalan Muhamad Hatta dan Jalan Soekarno pun mengalami kemacetan karena penumpukan kendaraan.

Baca: Dinkes Sumba Barat Gandeng BPOM Periksa Air Isi Ulang

Warga beramai-ramai mendatangi lokasi papan reklame yang berada persis di samping patung Sonbae tersebut. Para pengguna Jalan pun berhenti untuk menyaksikan adegan menggemparkan itu.

Selama di puncak papan reklame setinggi 25 meter milik PT Nusakada yang berada dalam taman Fontein, Nimrot yang sebelumnya mengaku bernama Agustinus Boro kepada petugas polisi yang melakukan negosiasi di atas papan itu, tegap mengibarkan bendera merah putih.

Sesekali ia duduk pada punggung papan reklame dan melambaikan tangan ke arah kerumunan warga yang menonton aksi nekatnya itu.

Saat negosiasi pertama dilakukan oleh Kanit Patroli Turjawali Polres Kupang Kota, Bripka Andre Laudoe yang naik ke papan reklame itu sekitar pukul 11.15 Wita, ia mengaku telah memanjat papan reklame itu sejak pukul 05.00 Wita.

Ia mengatakan akan turun untuk berbuka puasa pada pukul 18.00 Wita. Ia saat itu mengaku bernama Agustinus Boro dan berasal dari Bajawa.

Saat itu, pihak kepolisian mencoba untuk meyakinkan dia untuk turun, namun ia bersikeras tetap di puncak papan reklame itu. Saat itu ia juga mengaku membawa bensin dalam botol serta kayu.

Pada pukul 12.35 Wita, tim gabungan yang terdiri dari satu Anggota polisi dan tiga Anggota Basarnas naik ke papan reklame tersebut untuk melakukan evakuasi kembali. Saat negosiasi awal, ia meminta untuk dihadirkan Gubernur dan Romo Sipri. Ia berjanji akan turun jika dua tokoh itu hadir.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help