Gaspar Sebut Operasi BDKT Upaya Perlindungan Terhadap Konsumen
Mengedukasi bagi pemilik kios dan pemilik barang serta bahan makanan serta obatan supaya tidak menjual barang kedaluarsa.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan
POS- KUPANG. COM | MBAY -- Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian Dan Perdagangan kabupaten Nagekeo, Gaspar Jawa, menyebutkan, operasi Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) diwilayah Nagekeo bagian dari upaya perlindungan bagi konsumen.
Gaspar Jawa mengatakan, upaya tersebut sangat penting dilakukan sehingga konsumen tidak merasa dirugikan.
Selain itu dapat mengedukasi bagi pemilik kios dan pemilik barang serta bahan makanan serta obatan supaya tidak menjual barang kedaluarsa.
Baca: Ngeri! Kebiasaan yang Kita Lakukan Sebelum Tidur Seperti Ini Bisa Sebabkan Penyakit Kanker
Baca: Ayah Sophian Siap Ganti Kerugian Toko Sinar Cinta
Baca: Mantan Napi Teroris Ini Ancam Akan Polisikan Habib Rizieq Bila Tak Segera Minta Maaf. Kasus Apa?
"Dengan kegiatan operasi diharapkan agar dapat memberikan perlindungan kepada para konsumen sekaligus mengedukasi para pemilik barang makanan, minuman serta obat – obatan agar bisa mematuhi aturan yang telah disyaratkan oleh produsen tentang masa berlakunya barang tersebut.Kebanyakan masyarakat atau pedagang tidak mau rugi kemudian menjual barang dagangannya yang sudah kedaluwarsa," ungkap Gaspar Jawa, Selasa (22/5/2018).
Gaspar menyebutkan, kalau tidak diperhatikan akan membahayakan para konsumen kalau tidak teliti sebelum membeli barang, karena bisa menimbulkan risiko yang berakibat fatal bagi konsumen.
"Selain itu kita mengantisipasi karena saat ini adalah bulan Ramadhan bagi saudara kita yang muslim sehingga harus bisa pastikan seluruh makanan, minuman serta obat – obatan yang beredar baik di Toko, Mini Market ataupun kios – kios harus terjamin halal atau belum kedaluwarsa," jelas Gaspar.
Gaspar mengaku masyarakat umum dan saudara kita yang beragama Islam yang sedang menjalani ibadah Puasa bisa memperoleh kebutuhannya secara baik dan terjamin kehalalannya.
Sementara Sekretaris Dinas Koperasi UKM, Perindustrian Dan Perdagangan kabupaten Nagekeo, Imosensi Panda, mengatakan berdasarkan hasil operasi pada hari pertama di wilayah kecamatan Mauponggo masih juga ditemukan bahan - bahan makanan dan minuman serta obat- obatan dan kosmetik yang sudah kedaluwarsa.
Walaupun demikian, jumlahnya sudah menurun dibandingkan beberapa tahun lalu. Untuk barang - barang tersebut terpaksa petugas mengambilnya untuk kemudian akan dilakukan pemusnahan.
"Operasi hari ini dipasar serta disejumlah toko serta kios, petugas masih menemukan barang - barang yang sudah kedaluwarsa. Barang itu kita ambil untuk selanjutnya akan dilakukan pemusnahan," ungkap Panda.(*)