Teror Bom Korem dan Polda NTT Saat Nongkrong di BTN Kolhua, Begini Kronologinya

Wakapolresta Kupang, AKP Jacky Umbu Kaledi menceritakan kronologis kejadian bermula ketika DS, AYD dan MH nongkrong di BTN Kolhua Kupang.

Teror Bom Korem dan Polda NTT Saat Nongkrong di BTN Kolhua, Begini Kronologinya
POS-KUPANG.COM/Ryan Nong
Lampiran bukti postingan dalam akun Sogas Da Silva.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakapolresta Kupang, Kompol Jacky Umbu Kaledi menceritakan kronologis kejadian bermula ketika DS, AYD dan MH nongkrong di BTN Kolhua Kupang.

Saat itu AYD, pemilik akun Sogas Da Silva meminjam handphone milik MH untuk mengakses facebook.

Baca: Iseng Ancam Bom Korem dan Polda NTT, Pemuda Ini Terancam Enam Tahun Penjara

Sesaat kemudian, DS meminta handphone tersebut dan membawanya. Saat itu, DS melihat bahwa akun milik AYD masih aktif, ia kemudian menggunggah postingan menggunakan akun milik AYD.

Pada linimasa akun facebook Sogas Da Silva, DS menulis status "besok akan terjadi bom di korem kupang ntt dan polda".

Wakapolresta Kupang AKP Jacky Umbu Kaledi didampingi Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota AKP Pinten Bagus Satrianing Budi dalam konferensi pers pada Senin (21/5/2018) di Mapolresta Kupang.
Wakapolresta Kupang Kompol Jacky Umbu Kaledi didampingi Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota AKP Pinten Bagus Satrianing Budi dalam konferensi pers pada Senin (21/5/2018) di Mapolresta Kupang. (POS-KUPANG.COM/Ryan Nong)

Pada Sabtu (19/5/2018) setelah patroli cyber (cyber patrol) mendapati informasi postingan status terror bom tersebut, tim buser dan tim tipiter Polresta Kupang melakukan penyelidikan dan pengembangan melalui profiling. Setelah dideteksi, AYD sebagai pemilik akun langsung diamankan di TDM Kupang.

Setelah melakukan pendalaman informasi lebih lanjut, tim Polresta Kupang mengamankan kembali MH dan DS yang diduga menjadi bagian dari rangkaian proses tersebut.

Setelah mengamankan tiga saksi, maka dugaan tersangka kemudian ditetapkan pada DS sebagai orang yang memposting status dengan menggunakan hanpon MH dan akun AYD.

Meski mengaku iseng, pihak Polresta Kupang tetap akan memroses kasus ini secara transparan. Pihak Polresta juga berkoordinasi dengan Bapas untuk menentukan proses peradilannya, karena status tersangka saat ini masih merupakan anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polresta Kupang, Pinten bagus menyampaikan bahwa pihaknya akan menindak serius semua ancaman terror yang dapat mengganggu dan meresahkan kehidupan masyarakat.

"Meski mengaku iseng untuk menaikan status, tetapi kita akan tetap tindak secara serius, karena saat ini kita sedang menghadapi sesuatu yang serius," ujar Pinten.

Wakapolresta Kupang, Kompol Jacky juga menghimbau kepada kalangan remaja, untuk menjadikan ini sebagai pembelajaran.

"Untuk para remaja yang aktif menggunakan social media agar lebih bijak dan positif menggunakan sosial media. Sosial media harus digunakan untuk mengembangkan diri bukan untuk menebarkan terror."

Jacky menegaskan, status-status yang diunggah yang menebarkan teror dan menyebarkan keresahan seperti ini akan ditindak serius oleh pihak kepolisian. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help