Kasus Pencurian di Toko Elektronik, Pacar Kristina Dituntut Sama Beratnya 2 Tahun Penjara

Bernadus Beda Tolok alias Berto, pacar Kristina Selu Bataona, ternyata menjadi biang keladi dalam kasus pencurian uang dan barang elektronik

Kasus Pencurian di Toko Elektronik, Pacar Kristina Dituntut Sama Beratnya 2 Tahun Penjara
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Bernadus Beda Tolok alias Berto saat disidangkan, Senin (21/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA -- Bernadus Beda Tolok alias Berto, pacar Kristina Selu Bataona, ternyata menjadi biang keladi dalam kasus pencurian uang dan barang elektronik di Toko Eltian Lewoleba.

Dalam kasus tersebut Berto menyuruh pacarnya Kristina yang telah dipecat dari toko tersebut, untuk.mencuri uang dan barang-barang lainnya di toko itu. Setelah mencuri, barang-barang curian itu sebagian diberikan kepada Berto dan sebagian lagi digunakan Kristina untuk membiayai kehidupannya di Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Baca: 19.010 Orang Indonesia Punya Kekayaan Lebih dari Rp 70 Miliar

Oleh karena itu, dalam kasus tersebut, Berto ditetapkan sebagai penadah barang curian. Atas kasus tersebut, terdakwa Berto juga dituntut hukuman pidana 2 tahun penjara sama seperti pacarnya Kristina Selu Bataona.

Hal itu terungkap dalam berkas tuntutan jaksa penuntut umum, Dedy Fajar Nugroho yang dibacakan saat sidang kasus tersebut di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Lembata, Senin (21/5/2018).

Sidang kasus tersebut dipimpin oleh Yogi Dulhadi, S.H, M.H sebagai Ketua Majelis Hakim didampingi Afhan Rizal Albone, S.H dan Aryo Artha Putranto, S.H, M.Hum, masing-masing sebagai hakim anggota.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com di PN Lembata, menyebutkan, saat sidang pemerikaan saksi pekan lalu, kedua terdakwa dijadikan sebagai saksi atas kasus masing-masing.

Artinya saat Kristina duduk di kursi pesakitan sebagai pencuri uang dan barang-barang elektronik di Toko Eltian, Berto menjadi saksi atas tindakan pacarnya tersebut. Begitu juga sebaliknya, saat Berto menjadi terdakwa, Kristina diperiksa sebagai saksi atas tindakan Berto sebagai penadah barang-barang yang dicuri dari toko tersebut.

Alhasil, dalam tuntutan jaksa penuntut umum, Dedy Fajar Nugroho, selain Kristiba Selu Bataona, terdakwa Berto juga dituntut 2 tahun penjara, dalam tindakannya sebagai penadah barang-barang yang dicuri.oleh Kristina.

Terhadap tuntutan tersebut, Berto menyatakan siap menerima. Ia juga tidak didampingi penasihat hukum sehingga ia menyebutkan siap menerima apa pun keputusan majelis hakim terhadap dirinya dalam kasus tersebut. Berto merupakan sopir mobil pick up yang beroperasi di Lewoleba, Lembata.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum, majelis hakim juga meminta terdakwa Berto untuk meminta maaf kepada owner toko Eltian, Matilda Parera. Namun permintaan maaf tersebut tidak berdampak pada putusan majelis hakim. Sebab permintaan maaf itu tidak menghilangkan tindakan pidana yang telah diperbuat Berto.

Saat ditanya majelis hakim mengenai tuntutan jaksa penuntut umum dalam kasus tersebut, terdakwa Berto menyatakan menerimanya. Sama seperti pacarnya, Berto juga akan membela dirinya sendiri dalam sidang dengan agenda pembacaan vonis.majelis hakim yang dijadwalkan berlangsung Kamis (24/5/2018). (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved