Renungan Ramadan

Bulan Al-Quran Al-Karim

Membaca Al-Qur'an disertai dengan mengkaji kandungan isinya berarti telan mempelajari dasar-dasar dari semua disiplin ilmu.

Bulan Al-Quran Al-Karim

Oleh: KH Dr Cholil Nafis
Ketua Komisi Dakwah MUI

RAMADHAN disebut bulan Al-Qur'an karena Allah SWT menurunkannya sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke langit bumi, Baitul Izzah, pada malam 25 bulan Ramadhan. Sebagaimana riwayat Imam Ahmad dari Watsilah bin al-Asqa', Rasulullah SAW bersabda, Al-Qur'an diturunkan pada tanggal 24 malam di bulan Ramadhan.

Kemudian Al-Qur'an diturunkankepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur sesuai dengan beberapa kejadian dan peristiwa. Nabi SAW memprioritaskan di bulan Ramadhan dengan tadarrus, yaitu membaca Al-Qur'an secara bergantian dan saling simak dengan Malikat Jibril untuk mengkhatamkan Al-Qur'an. Bahkan di bulan Ramadhan terakhir menjelang Nabi SAW wafat, mengulang tadarrus dua kali. Tradisi tadarrus dan khataman inilah yang terus dilestarikan oleh ulama salaf.

Qatadah mengkhatamkan Al-Qur'an setiap mingu, dan ketika masuk bulan Ramadhan mengkhatamkan Al-Qur'an setiap tiga hari sekali. Pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan Qatadah mengkhatamkan setiap malam. Imam Malik, pendiri mazhab Maliki sengaja menghentikan pengajian rutinnya (tawaqqufan) selama bulan Ramadhan hanya karena ingin fokus untuk membaca Al-Qur'an serta mengkaji makna dan tafsirnya.

Menurut riwayat Rabi' bin Sulaiman, bahwa Imam Syafi'i pendiri mazhab Syafi'i mengkhatamkan Al-Qur'an selama bulan Ramadhan sebanyak enampuluh kali. Sepantasnya bagi semua umat muslim jangan menyia-nyiakan untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk hidup bersama Al-Qur'an, selalu mengkaji dan membacanya setiap hari.
Selama Ramadhan dapat berkomitmen untuk mengkhatamkan Al-Qur'an setiap minggu, per sepuluh hari, atau minimal satu ayat setiap harinya agar menjadi muslim yang berpenampilan baik dan prilakunya elok.

Rasulullah SAW mengilustrasikan orang mukmin yang selalu membaca Al-Qur'an bagai buah utrujah (sejenis durian), aromanya wangi dan rasanya lezat. Orang mukmin yang tak rajin membaca Al-Qur'an bagai buah kurma yang tak ada aromanya meskipun rasanya manis. Hadits ini menunjukkan Al-Qur'an adalah buku pedoman manusia yang jadi panduan dalam menjalankan hidup yang baik di dunia dan selamat di akhirat. Al-Qur'an bagi muslim ibarat buku panduan (manual book).

Jika diumpamakan kepada mobil atau alat elektronik, barang itu akan baik dan awet makanala penggunaannya mengikuti buku panduannya. Namun bagi muslim tak cukup hanya hidup sesuai petunjuk Al-Qur'an tapi juga sangat dianjurkan terus membaca Kitab Suci karena membacanya selalu mengalirkan pahala dan rahmat-Nya.

Perintah membaca

Oleh karena itu, perintah membaca menjadi ayat Al-Qur'an dalam ayat dan surat pertama yang turun secara berangsur kepada Rasulullah SAW di Gua Hira'. Saat itu turun perintah kepada Rasulullah untuk membaca meskipun Nabi SAW tak bisa membaca (ummi). Artinya membaca itu adalah jendela pengetahuan dan panduan untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Namun membaca untuk mendapat ilmu pengetahuan saja takcukup, karenanya harus dibarengi dengan menyebut nama Allah sebagai landasan dari ilmu pengetahuan. Membaca dan menyebut namaAllah SWT adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Keduanyan bagai dua sisi matauang. Orang yang membaca saja tanpa ingat kepada Allah SWT seringkali bersikap sombong karena ilmu yang diperolehnya. Demikian juga orang yang hanya mengedepankan keimanan tanpa dilandasi oleh pengetahuan yang cukup tentang ilmu agama acapkali mendatangkan kefanatikan membuta.

Membaca Al-Qur'an yang disertai dengan mengkaji kandungan isinya berarti telan mempelajari dasar-dasar darisemua disiplin ilmu. Sebab seluruh cabang ilmu telah dibicarakan oleh Al-Qur'an secara global.

Selanjutnya, kajian Al-Qur'an dikombinasi dengan kajian Hadits Nabi SAW sebagai penjelas terhadap arti dan kandungan Al-Qur'an, ditambah dengan menelaah pendapat serta penelitian para ulama muslim terdahuludari masa ke masa. Semua ini momentumnya ada pada bulan Ramadhan. (*)

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved