Pesawat yang Jatuh Diduga Jarang Dirawat

Kami tidak akan berkomentar. Apa yang dikatakan Hernandez adalah murni tanggung jawabnya secara pribadi

Editor: Ferry Ndoen
(REUTERS/Alexandre Meneghini)
Pemadam kebakaran berada di lokasi bangkai pesawat Boeing 737 yang jatuh di wilayah pertanian di Boyeros, sekitar 20 km selatan Havana, sesaat setelah lepas landas dari bandara udara utama Havana di Kuba, Jumat (18/5/2018). 

POS KUPANG.COM- Seorang pilot asal Meksiko, Marco Aurelio Hernandez, mengaku pernah menerbangkan pesawat penumpang yang belum lama ini jatuh di Kuba untuk menewaskan 110 orang.

Hernandez, dilansir dari AFP, kepada surat kabar Milenio, mengatakan perusahaan penyewaan pesawat terbang Global Air berkinerja buruk dalam perawatan pesawat. Perusahaan ini, kata Hernandez, pernah dilarang terbang di Chile dan pernah terbang di Venezuela malam hari tanpa radar.

Pada periode 2005-2015, dia pernah menerbangkan tiga Boeing milik Global Air, yang juga dikenal sebagai Damojh, salah satunya adalah pesawat berusia 39 tahun yang jatuh dua hari lalu itu.

Saat masih bekerja di perusahaan tersebut, dia mengaku pernah membuat aduan karena pesawat kurang dirawat meskipun mereka memiliki teknisi yang sangat terampil.

Juru bicara Global Air membenarkan Hernandez pernah bekerja di perusahaan ini, namun menolak berkomentar mengenai tuduhan yang disampaikan.

"Kami tidak akan berkomentar. Apa yang dikatakan Hernandez adalah murni tanggung jawabnya secara pribadi," kata mereka.

Sebuah pesawat penumpang sewaan jatuh di Kuba dan menewaskan 110 orang setelah lepas landas dari bandara Havana. Pesawat buatan 1979 ini sudah melewati tes keselamatan pada November tahun lalu.

Pesawat ini disewa oleh maskapai penerbangan miliki negara Kuba, Cubana de Aviacio dengan perjanjian, Global Air yang menyediakan pesawat, kru, perawatan dan asuransi.

Dua pilot yang berada di pesawat, juga tiga awak kabin dan seorang teknisi perawatan merupakan orang Meksiko.

Ana Marlene Covarrubias, mantan pegawai Global Air yang pernah menjadi awak kabin selama tujuh tahun, kepada media Meksiko mengatakan tidak pernah melihat kejanggalan pada pesawat perusahaan tersebut.

"Tidak ada yang salah, terutama dengan Global," kata dia dan menambahkan hal buruk bisa saja terjadi kapan pun meski pun pesawat masih baru. (*)

Baca: Oknum Guru Ini Tega Mencabuli Muridnya

Sumber:
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved