Roh Kebenaran dan Transformasi Diri

Aksi teror sesungguhnya cerminan dari jiwa dan wawasan kerdil yang mencintai budaya kematian.

Roh Kebenaran dan Transformasi Diri
ISTIMEWA
Romo Maxi Un Bria (kiri) 

Oleh RD Maxi Un Bria
Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang

"Veni Creator Spiritus; Datanglah Roh Pencipta" yang cipta damai dan cinta kebenaran.

SETIAP upaya masyarakat dan negara untuk menciptakan ketenteraman dan perdamaian dunia adalah tindakan terpuji yang dijiwai Roh Kudus-Roh Kebenaran dari Allah. Sebaliknya setiap aksi teror melalui media sosial dan bom bunuh diri sebagaimana yang kita saksikan belakangan ini merupakan tindakan tidak manusiawi yang sesat dan yang gagal paham tentang kebenaran.

Aksi teror sesungguhnya cerminan dari jiwa dan wawasan kerdil yang mencintai budaya kematian, menghancurkan nilai kehidupan dan bertentangan dengan peradaban dunia. Para teroris adalah insan tidak bernurani yang kehilangan roh hidup dan kebenaran.

Sebab roh adalah unsur yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan. Tanpa roh semua manusia yang hidup sesungguhnya mati. Rohlah yang memberi hidup (Yoh 6:63 ). Jika dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, spirit kasih, toleransi, menjunjung tinggi nilai-nilai hidup dan kebenaran tidak mendapat perhatian dari setiap orang, besar kemungkinan akan terjadi kekacauan. Kekacauan dalam berpikir, berujar dan bertindak yang mendatangkan kerugian bagi banyak orang, termasuk diri sendiri dan keluarga.

Sampai di sini, budaya mencintai nilai hidup dan perdamaian seyogyanya menjadi kebiasaan baik yang sejak dini diajarkan dalam keluarga dan sekolah-sekolah agar pada akhirnya setiap orang yang mendapatkannya bertumbuh sebagai pribadi dengan kharakter terpuji yang sikap dan hidupnya kontributif bagi kebaikan bersama dan perdamaian dunia.

Menurut Aristoteles, kharakter kehidupan baik selalu berkaitan erat dengan perilaku benar yang memiliki dua sisi. Pertama, kebenaran berperilaku yang berhubungan dan berorientasi pada kebaikan orang lain dan kedua adalah perilaku benar yang berhubungan dengan kebaikan dan orientasi pada diri sendiri.

Keadilan, kejujuran, rasa syukur dan cinta merupakan bagian dari kebajikan yang berorientasi pada kebaikan hidup sesama sementara kerendahan hati, ketabahan, kontrol diri, ugahari dan kerajinan dan berupaya melakukan yang terbaik merupakan bagian kebajikan yang berorientasi pada kebaikan diri. Keduanya saling berhubungan satu dengan yang lain. Dengan karakter hidup baik, setiap manusia dapat memberikan sumbangsih bagi perdamaian masyarakat dan dunia (Thomas Lickona, Charakter Matters, 2012, P.22).

Kenyamanan dan kegembiraan hidup bersama dapat terganggu bila banyak manusia tidak menyadari betapa pentingnya kharakter hidup baik.

Kebutuhan Spiritual Manusia
Damai dan sukacita adalah bagian dari esensi kebutuhan spiritual manusia. Kegelisahan dan kecemasan akan menggerogoti hidup bersama, bila manusia tidak menjadikan Roh Kasih dan Kebenaran sebagai spirit dalam merawat kebersamaan. Manusia dapat mengekspresikan kasih dan mengembangkan aneka kreatifitas bila didukung oleh situasi yang kondusif dan damai. Tanpa lingkungan yang damai, sukacita hanyalah sebuah wacana verbal.

Halaman
123
Editor: Benny Dasman
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help