Kapal Fery dari Ende ke Kupang Berhenti Beroperasi, Ini Alasannya

Kapal Fery dari arah Ende menuju ke Kupang dan sebaliknya dari Kupang ke Ende berhenti beroperasi menyusul cuaca buruk yang terjadi di laut.

Kapal Fery dari Ende ke Kupang Berhenti Beroperasi, Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ende, Jhon Ola

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kapal Fery dari arah Ende menuju ke Kupang dan sebaliknya dari Kupang ke Ende dalam beberapa hari ini berhenti beroperasi menyusul cuaca buruk yang terjadi di laut.

Saat ini tinggi ombak mencapai 3 hingga 5 meter serta kecepatan angina mencapai 25 knot sehingga tidak memungkinkan bagi kapal very untuk berlayar.

Baca: Ternyata Ini Alasan Warga Dariwali Amankan Delapan Orang Tak Dikenal

Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ende, Jhon Ola mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (19/5/2018) di Ende.

Jhon mengatakan bahwa sejak Rabu (16/5/2018) pihaknya mendapatkan laporan dari BMKG Kupang yang menyebutkan bahwa kondisi laut dan angina di seluruh wilayah NTT terutama di laut dalam keadaan buruk yang ditandai dengan ombak tinggi juga angina kencang.

Dalam kondisi demikian ujar Jhon tentu sangat membahayakan keselamatan bagi pelayaran terutama kapal-kapal dengan tonase kecil dan sedang termasuk kapal fery.

Untuk itu, kata Jhon, maka pihaknya mengeluarkan maklumat kepada para nahkoda kapal termasuk kapal very agar tidak melakukan pelayaran dari Ende menuju ke Kupang.

"Yang pasti bahwa kami tidak akan memberikan ijin untuk berlayar kepada kapal very sampai dengan kondisi membaik baru boleh berlayar,"kata Jhon.

Selain melarang kapal fery ke arah Kupang pihaknya juga melarang kapal fery untuk berlayar dari arah Ende menuju ke Sumba maupun Sabu.

"Larangan yang sama juga diberlakukan untuk kapal perintis yang selama ini berlayar dari Ende menuju ke Sabu seperti kapal Nembrala," ujar Jhon.

"Di pinggir laut saja ombaknya sudah sangat tinggi tentu di tengah laut lebih besar. Kondisi demikian membahayakan pelayaran," kata Jhon. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved