Kepala BPN Sumbar Akui Terdapat Sertifikat Ganda Pada Lahan PT Sutra Marosi Kharisma

tanah tersebut telah dijual kepada orang Italia atas nama Marthen dan Silvia yang kini sudah membangun hotel

Kepala BPN Sumbar Akui Terdapat Sertifikat Ganda Pada Lahan PT Sutra Marosi Kharisma
pos kupang.com, petrus piter
Kepala Kantor Pertanahan Sumba Barat, Jaungkap Edward Simatupang

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK -Kepala kantor pertanahan Kabupaten Sumba Barat, Jaungkap Edward Simatupang, mengakui adanya sertifikat ganda pada sebagian lahan milik PT Sutra Marosi Kharisma yang diterbitkan kantor pertanahan Sumba Barat tahun 2016.

Menurutnya, saat itu, warga selaku ahli waris mengaku orang tuanya tidak pernah menjual tanah tersebut kepada pihak lain sehingga mengajukan permohonan pengukuran tanah dan penerbitan sertifikat. Dan kantor pertanahan Sumba Barat menerbitkan sertifikat tanah itu pada tahun 2016. Jaungkap mengaku lupa nama pemilik tanah itu.

Apalagi transaksi itu terjadi pada masa kepemimpinan sebelumnya. Meski demikian, ia mengaku, secara kelembagaan tetap bertanggungjawab atas apa yang telah dikerjakan sebelumnya.

tanah tersebut telah dijual kepada orang Italia atas nama Marthen dan Silvia yang kini sudah membangun hotel.

Kepala kantor Pertanahan Kabupaten Sumba Barat, Jaungkap Edward Simatupang menyampaikan hal itu di ruang kerjanya, Jumat (18/5/2018). Menurutnya, persoalan tersebut, secara reami telah dilaporkan pihak PT Sutra Marosi Kharisma selaku pemilik lahan kepada kepolisian Polres Sumba Barat pada tahun 2017. Dan kini sedang ditangani penyidik Polres Sumba Barat.

Selaku pimpinan kantor pertanahan Sumba Barat telah memanggil PT Sutra Marosi Kharisma dan pemilik lahan untuk memfasilitasi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mediasi. Keduanya sepakat dan sedang dalam proses.

Ia juga membantah ada oknum pegawai BPN yang bermain hingga terbitnya sertifikat itu. Pada prinsiipnya, semua keputusan yang telah diambil harus dipertanggungjawabkan termasuk pertanggungjawaban secara hukum pula.

Menjawab pertanyaan apakah masih ada sertifikat ganda lainnya yang juga dilaporkan warga ke kantor pertanahan Sumba Barat, ia mengaku, untuk sementara baru satu kasus tersebut. (*)

Baca: Dentiana Bolo Senang jadi PJS Kepala Desa Leguderu Timur

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help