Riau Umumkan Maklumat Aktifkan Siskampling Pasca Serangan Teroris

mengaktifkan Siskamling, maklumat bersama itu juga mewajibkan pengurus RT dan RW setempat untuk menegaskan kembali fungsi wajib lapor bagi tamu

Riau Umumkan Maklumat Aktifkan Siskampling Pasca Serangan Teroris
(ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Personel Kepolisian dari Brimob Polda Riau berjaga di depan Gereja GPIB Imanuel di Pekanbaru, Riau, Minggu (13/5/2018). Kepolisian setempat memperketat penjagaan gereja-gereja di Pekanbaru untuk meningkatkan keamanan menyusul terjadinya teror bom gereja di Surabaya, Jawa Timur. 

POS KUPANG.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersama aparat keamanan dan intelejen mengeluarkan maklumat bersama sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan keamanan seperti serangan teror di Mapolda Riau di Kota Pekanbaru.

"Maklumat bersama itu intinya berupa kewajiban mengaktifkan siskamling di lingkungan masyarakat," kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, di Pekanbaru, Kamis.

Siskamling adalah singkatan dari sistem keamanan lingkungan, merupakan upaya masyarakat dalam meningkatkan sistem keamanan dan ketertiban lingkungannya.

Selain itu, Siskamling juga sebagai cara untuk memberikan perlindungan dan pengamanan dengan mengutamakan pencegahan dan menangkal bentuk-bentuk ancaman dan gangguan keamanan serta ketertiban.

Wan Thamrin mengatakan Maklumat bersama itu juga ditandatangani oleh Kapolda Riau, Komandan Korem 031 WB, dan Kepala BIN Daerah Riau. "Maklumat ini merupakan kewajiban untuk dilaksanakan oleh bupati, wali kota, dari camat, kepala desa hingga ketua RT," katanya.

Selain mengaktifkan Siskamling, maklumat bersama itu juga mewajibkan pengurus RT dan RW setempat untuk menegaskan kembali fungsi wajib lapor bagi tamu dalam waktu 1x24 jam. Pengurus RT/RW, bersama aparat desa/kelurahan serta Bhabinkamtibnas dan Babinsa agar melakukan pendataan terhadap seluruh rumah kontrakan dan indekost beserta penghuninya.

Baca juga: Polri naikkan pangkat polisi yang melumpuhkan penyerang Polda Riau

"Melaporkan segera kepada petugas Polri serta aparat terkait lainnya apabila ada informasi terkait aktivitas dan orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku aksi teroris," kata Wan Thamrin Hasyim.

Selain itu, ia juga memerintahkan agar pemerintah kabupaten/kota untuk tidak dulu menggelar kegiatan yang bersifat mengundang keramaian sampai kondisi keamanan dinilai sudah kondusif. Karena itu, sejumlah kegiatan tradisi menyambut Ramadhan seperti mandi balimau dan petang megang pada tahun ini ditiadakan.

Sebelumnya, sekelompok orang menyerang Mapolda Riau menggunakan mobil minibus yang memaksa masuk ke dalam markas polisi itu pada Rabu pagi (16/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Teror itu mengakibatkan seorang anggota polisi meninggal dunia, sedangkan empat teroris tewas ditembak di lokasi. (*)

Baca: ASTAGA! ISIS Sudah Tersebar di Indonesia, Kecuali Wilayah Ini

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help