Rencana Penutupan Lokasi Prostitusi di Kota Kupang Timbulkan Pro Kontra.

segi kesehatan, praktek prostitusi merupakan media yang sangat efektif untuk menyebarluaskan berbagai penyakit kelamin dan kulit seperti syphilis

Rencana Penutupan Lokasi Prostitusi di Kota Kupang Timbulkan Pro Kontra.
POS KUPANG/EDY BAU
Balkis Soraya Tanof, Sosialog dari Undana

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Lexy Manafe.

POS-KUPANG.COM|KUPANG-Rencana Pemkot untuk menutup tempat prostitusi di Kota Kupang mendapat tanggapan dari Dra. Balkis Soraya Tanof, M.Hum.

Menurut dosen Sosiologi FISIP Undana Kupang ini, rencana pemerintah itu merupakan suatu strategi pemerintah yang bertujuan untuk membina masyarakat.

Namun disisi lain, ia menilai, rencana penutupan itu tentu saja dapat menimbulkan berbagai reaksi dalam bentuk Pro dan kontra di tengah masyarakat

"Bagi masyarakat yang Pro akan mengaitkan secara ekonomi bahwa praktek prostitusi sebagai hak ekonomi bagi pelaku bisnis prostitusi itu sendiri. Dan juga bagi masyarakat disekitar lokalisasi sebagai lahan mata pencaharian juga bagi para PSK adalah sebagai penjual jasa seksual karena adanya motif uang dan pelanggan dgn motif menyalurkan hasrat seksual sbg penikmat seks bebas bagi yang lajang dan tidak bebas bagi yg sudah berkeluarga," ungkapnya kepada POS-KUPANG, Jumat 11/5/2018).

Sedangkan, ia mengatakan, masyarakat yang kontra menganggap lokalisasi sebagai bentuk legalisasi bisnis haram yang bertentangan dengan aspek moralitas masyarakat.

Selain dampak sosial, munurutnya, jika prostitusi dilihat dari aspek pendidikan, maka praktek prostitusi merupakan kegiatan yang demoralisasi.

Sedangkan dari aspek gender, ia beranggapan, praktek prostitusi merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan yang diselenggarakan oleh seseorang atau sekelompok orang karena suatu mekanisme ekonomi yang merugikan perempuan.

Ditambahya, dari segi kesehatan, praktek prostitusi merupakan media yang sangat efektif untuk menyebarluaskan berbagai penyakit kelamin dan kulit seperti syphilis dan HIV AIDS yang secara kuantitatif semakin tinggi di kota Kupang yang korbannya adalah remaja usia produktif dan ibu rumah tangga serta Gay atau waria.

"Oleh karena itu, masalah ini perlu menjadi perhatian pemkot bahwa penutupan lokalisasi prostitusi bukanlah jalan keluar yang efektif karena justru akan menimbulkan masalah sosial baru," tambahnya. (*)

Baca: WOW Ini yang Dibuat Siswa Kelas XI Jurusan UPW SMKN 1 Kupang untuk Kakak Kelas

Penulis: Lexy Manafe
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help