Keluarga Licuk Cabut Laporan Polisi

pihak keluarga korban berbesar hati untuk tidak melanjutkan proses hukum dan memilih jalan damai untuk menyelesaikan kasus ini

Keluarga Licuk Cabut Laporan Polisi
pos kupang.com,ryan nong
Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Pinten Bagus Satrianing Budi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pihak keluarga akhirnya menyelesaikan kasus pelecehan seksual yang menimpa Melkianus Djami atau yang tenar disapa Licuk (24), seorang difabel di Oebobo Kota Kupang dengan jalan damai (diversi). Proses perdamaian ini dilakukan pada Kamis (17/5/2018) siang di Mapolresta Kupang Kota, Jalan Frans Seda Kupang.

Proses perdamaian pihak keluarga Licuk sebagai pelapor dengan keluarga terlapor, SI (17) dan SR (19) dimediasi oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kupang Kota.

Selain Licuk dan keluarganya, hadir dalam proses itu, IR dan SR bersama kekuarga, pihak kemasyarakatan, pihak kelurahan Oebobo, pihak Kesos Dinsos Kota Kupang, serta pihak LBH Apek.

Kepada Pos Kupang di Mapolresta Kupang pada Kamis (17/5/2018) siang, paman Licuk mengungkapkan pihak keluarga korban berbesar hati untuk tidak melanjutkan proses hukum dan memilih jalan damai untuk menyelesaikan kasus ini.

Diketahui keluarga Licuk melaporkan kasus pelecehan di muka umum yang menimpa Licuk pada Jumad (27/4/2018) malam, setelah video pelecehan yang menimpa Licuk viral di media sosial. Video ini berisi adegan dua perempuan menggerayangi Licuk. Laporan dibuat oleh Katarina Djami, ibu Licuk di Mapolres Kupang Kota.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Pinten Bagus Satrianing Budi kepada wartawan menyatakan kasus pelecehan di muka umum ini ditutup karena telah diselesaikan secara diversi dan restoratif justice system.

Lanjutnya, pihak pihak yang bermasalah telah bersepakat untuk menyelesaika kasus ini secara damai dan tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya. Mereka juga menyatakan tindakan ini tidak akan diulangi dan tidak akan mempersoalkan di masa yang akan datang.

Pinten juga menjelaskan, memang saat ini kasus ini sudah sampai tahapan penyidikan. Namun karena dilaksanakan diversi maka kasus ini secara otomatis ditutup.

Sebelumnya, jelas Pinten, pihak Polresta Kupang Kota berkoordinasi dengan LBH Apek yang mendampingi Licuk dalam kasus ini. Setelah mengetahui terlapor merupakan anak dibawah umur, maka ditempuh jalan damai. (*)

Baca: Tak Disangka, Pengemis Tua Simpan Uang Rp 55 Juta Dalam Kantong Plastik di Samping Jazadnya

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help