Yasinta Hingi Sebut Guru-guru PAUD Setengah Mati, Apanya Ya?

Guru-guru yang selama ini membimbing dan mendidik anak usia dini (di bawah enam tahun/PAUD), bekerja setengah mati.

Yasinta Hingi Sebut Guru-guru PAUD Setengah Mati, Apanya Ya?
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Suasana bimbingan teknis penyelenggaraan pendidikan keluarga di Hotel Olympic Lewoleba, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Guru-guru yang selama ini membimbing dan mendidik anak usia dini (di bawah enam tahun/PAUD), bekerja setengah mati. Mereka bukan hanya mengajar anak bernyanyi dan bertepuk tangan, tapi juga membentuk karakter saat anak sedang mengalami masa pertumbuhan emas.

Hal tersebut diungkapkan Yasinta Hingi Belalawe, instruktur pada kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga di Hotel Olympic Lewoleba, Rabu (16/5/2018).

"Selama ini tak sedikit guru TK/PAUD yang datang mengeluh kepada kami. Mereka bilang sudah beberapa bulan mereka belum mendapatkan honor. Mendengar keluhan itu, hati kita juga iba tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya menampung aspirasi yang ada," ujar Yasinta.

Honorarium yang diterima para guru TK/PAUD tersebut, lanjut dia, juga tak seberapa jumlahnya. Hanya Rp 50.000 - Rp 100.000 per bulan. Akan tetapi tugas dan tanggung jawab yang diembannya sangat besar.

"Mereka terlihat hanya mengajarkan anak-anak bernyanyi dan bertepuk tangan. Tapi dibalik semua itu, mereka sesungguhnya sedang mendidik karakter anak, meletakkan dasar bagi pendidikan anak selanjutnya. Mereka menunaikan tugas saat anak-anak sedang mengalami masa pertumbuhan emas," ujar Yasinta.

Untuk mendukung guru-guru TK/PAUD dan demi tumbuh kembangnya anak, lanjut dia, alangkah baiknya semua orang tua, termasuk pada guru, ketua komite dan unsur lain yang hadir pada Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga itu, harus menyadari pola pendidikan yang bermanfaat bagi anak-anak di usia tersebut.

Pihaknya berharap agar pemerintah desa melalui alokasi dana desa juga orang tua/wali, selalu memikirkan nasib para guru TK/PAUD. Pasalnya, mereka itu mengajar dengan tanggung jawab yang besar tapi imbalan yang diterima sangat jauh dari harapan. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help