Plan Internasional Launching Program Mata Kail Didukung Uni Eropa dan Pemprov NTT

kerja sama ini adalah bentuk komitmen Plan International Indonesia dalam mendukung pemerintah provinsi NTT

Plan Internasional Launching Program Mata Kail Didukung Uni Eropa dan Pemprov NTT
pos kupang.com edy hayong
launching program Mata Kail di Kantor gubernur NTT, Rabu (16/5/2018) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Edy Hayong

POS KUPANG.COM, KUPANG -Plan Internasional didukung Uni Eropa dan Pemerintah Provinsi NTT meluncurkan program Mata Kail atau Mari Kita Kreatif dan Arif agar Ikan Lestari. Program Mata Kail ini merupakan program di sektor pengolahan ikan untuk mempromosikan keberlanjutan produksi dan konsumsi ikan di NTT.

Sektor perikanan merupakan salah satu sektor yang mendominasi di NTT (BPS 2016) tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan industri pengolahan ikan yang memadai.

Program Manager LEARN Yayasan Plan Internasional Indonesia, Ronald Stefanus, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Rabu (16/5/2018) menjelaskan, program yang merupakan bagian dari SWITCH-ASIA II yang didanai oleh Uni Eropa adalah kerja sama antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Sikka, Nagekeo, Lembata, Plan International Indonesia, Kopernik, dan Bengkel APPek.

Melalui peningkatan proses pengolahan ikan dan produk-produk laut lainnya, MATA KAIL bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sekurang-kurangnya 2000 kaum muda, khususnya perempuan.

Program yang berlangsung selama 3 tahun ini (2018 - 2021) juga akan meningkatkan kapasitas 160 pengusaha mikro, kecil, dan menengah melalui pelatihan pengolahan ikan, keamanan pangan, dan kewirausahaan sambil memastikan makanan berbasis ikan yang bernutrisi dan aman sampai kepada masyarakat agar terjadi peningkatan nutrisi bagi masyarakat setempat.

Sementara Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan bahwa kerja sama ini adalah bentuk komitmen Plan International Indonesia dalam mendukung pemerintah provinsi NTT untuk memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Dini juga berharap program ini dapat bersinergi dengan program-program perikanan lainnya yang dijalankan oleh berbagai pihak dalam meningkatkan hasil perikanan laut maupun air tawar di NTT. Masyarakat semakin mendapatkan suplai ikan yang berkualitas agar nutrisi masyarakat NTT semakin membaik melalui budaya makan ikan yang sehat dan aman.

Kepala Kerjasama dari Delegasi Uni Eropa, Hans Farnhammer, menyatakan bahwa Uni Eropa sangat mendukung produksi dan konsumsi lestari di Indonesia, salah satunya melalui proyek MATA KAIL yang didanai oleh program SWITCH Asia II. SWITCH Asia II adalah program Uni Eropa yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, mengurangi tingkat kemiskinan di Asia, serta menanggulangi perubahan iklim.

Peluncuran Program MATA KAIL ini dilakukan secara resmi oleh Gubernur Provinsi NTT diwakil Asisten II Sekda NTT, Alex Sena ini dihadiri oleh Kepala Dinas instansi teknis terkait di tingkat provinsi, perwakilan pemerintah dari 3 kabupaten, Delegasi Uni Eropa, dan konsorsium Program MATA KAIL. Prosesi peluncuran program secara resmi ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan piagam peluncuran program.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengharapkan, melalui pembentukan kelompok usaha dan pelatihan kewirausahaan di bidang perikanan, maka ekonomi masyarakat terutama kaum muda dapat tumbuh dan bila perlu, tidak perlu anak-anak muda dari NTT pergi mencari kerja di luar NTT karena ada pekerjaan yang menjanjikan di kampung halaman mereka sendiri.

Acara peluncuran program ini juga dimeriahkan dengan tarian khas NTT yang menceritakan budaya maritim masyarakat Indonesia, khususnya di Flores. Nilai budaya dalam tarian ini mengungkapkan kekompakan dan kekuatan dalam mengusahakan dan melestarikan hasil-hasil laut demi kemaslahatan bersama dan anak cucu.(*)

Baca: Oh, Ternyata 14 Negara Suda Terbitkan Travel Advice ke Indonesia

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help